Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo mematangkan langkah strategis untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban menjelang hingga pasca Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama adalah penanganan sampah.
Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, volume sampah cenderung meningkat setelah malam Lebaran, terutama di kawasan pusat pertokoan. Sampah yang tidak tertangani kerap menumpuk hingga pagi hari.
Untuk mengantisipasi hal itu, Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, menginstruksikan penyediaan karung plastik di titik-titik keramaian. Langkah ini ditujukan agar para pedagang dapat menampung sampah secara mandiri.
“Setiap tahun masalah utamanya adalah sampah yang berhamburan setelah malam hari raya. Saya minta penjual wajib menggunakan karung plastik agar tidak memberatkan petugas kebersihan di pagi hari Lebaran,” kata Ismail.
Selain soal kebersihan, Ismail juga menyoroti pelaksanaan pawai takbiran dan obor pada malam Lebaran. Ia mengingatkan para camat untuk memastikan keterlibatan aktif masyarakat di wilayah masing-masing.
Menurut dia, pawai takbiran tidak sekadar parade kendaraan, melainkan bagian dari syiar keagamaan yang membutuhkan partisipasi warga.
“Pawai ini untuk syiar. Jangan sampai kendaraannya ada, tapi pesertanya tidak ada,” ujarnya.
Pemerintah berharap, dengan pengaturan tersebut, perayaan Lebaran di Kota Gorontalo dapat berlangsung lebih tertib, bersih, dan tetap semarak.















