Hibata.id – Suara takbir yang seharusnya membawa suasana kemenangan berubah menjadi kepanikan di Desa Sukamakmur, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, Jumat malam (20/3/2026).
Di tengah malam takbiran yang penuh khidmat, kobaran api tiba-tiba melahap sebuah rumah warga sekitar pukul 22.30 WITA.
Peristiwa itu berakhir tragis setelah seorang lansia ditemukan meninggal dunia di dalam rumah yang hangus terbakar.
Korban diketahui bernama Suleman Anwar (73), seorang petani yang tinggal di rumah tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi, suasana malam awalnya berjalan normal.
Ia berada di rumah anaknya yang berjarak sekitar tujuh meter dari rumah korban, menjaga cucu sambil menikmati malam takbiran.
Namun, ketenangan itu mendadak pecah.
Saksi mengaku mendengar teriakan minta tolong sebanyak dua kali dari arah rumah korban.
“Suaranya jelas, seperti orang minta tolong,” ujar saksi.
Merasa ada yang tidak beres, saksi segera keluar rumah. Saat itulah ia dikejutkan oleh pemandangan mengerikan—api sudah membesar dan melahap seluruh bagian rumah korban.
Panik, saksi langsung berteriak meminta bantuan warga.
Teriakan itu memecah suasana malam. Warga berhamburan keluar rumah dan bergegas menuju lokasi, berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Kobaran api terus membesar, melahap rumah papan yang mudah terbakar. Dalam waktu singkat, bangunan tersebut hampir rata dengan tanah.
Setelah berjibaku memadamkan api, warga akhirnya berhasil mengendalikan kobaran.
Namun, harapan untuk menyelamatkan korban sirna.
Saat api mulai padam, warga menemukan Suleman Anwar dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah, dengan tubuh hangus akibat kebakaran.
Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar, terutama karena terjadi di malam takbiran yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan.
Aparat kepolisian yang menerima laporan segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Petugas membantu proses pemadaman, mengamankan tempat kejadian perkara, serta memasang garis polisi. Polisi juga melakukan pendataan saksi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Pihak keluarga korban memutuskan tidak dilakukan autopsi. Jenazah korban direncanakan langsung dimakamkan pada malam yang sama.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik kemeriahan malam takbiran, musibah bisa datang tanpa diduga, meninggalkan duka di tengah suasana hari kemenangan.















