Kota Gorontalo

Setelah RS Aloe Saboe, Adhan Dambea Akan “Bersih-Bersih Tanpa Tebang Pilih” di RSUD Otanaha

×

Setelah RS Aloe Saboe, Adhan Dambea Akan “Bersih-Bersih Tanpa Tebang Pilih” di RSUD Otanaha

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea saat memimpin rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Rabu (25/3/2026). (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea saat memimpin rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Rabu (25/3/2026). (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

Hibata.id – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, berencana melanjutkan agenda pembenahan internal rumah sakit daerah ke RSUD Otanaha pada pekan depan. Langkah ini dilakukan setelah kegiatan serupa rampung dilaksanakan di RSAS (RS Aloe Saboe).

Selama berkantor di RSAS, Adhan mengaku menemukan sejumlah persoalan internal, terutama yang berkaitan dengan manajemen keuangan. Temuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah kota untuk mengambil langkah tegas dalam memperbaiki tata kelola rumah sakit.

Baca Juga:  Pemkot Gorontalo Galang Dana Bantuan Bencana Sumatera, Totalnya Sudah Capai Rp400 juta

“Semua akan saya bersihkan, saya tidak ada pilih kasih siapa pun dia. Fokus kita membersihkan yang tidak beres,” ujar Adhan, Rabu, 8 April 2026.

Ia menegaskan, pembenahan tidak hanya berhenti di RSAS. Indikasi persoalan serupa, menurut dia, mulai terlihat di RSUD Otanaha, sehingga perlu segera ditindaklanjuti.

Baca Juga:  Harga Beras di Kota Gorontalo Naik, Sekda: Stok Aman

“Insyaallah kita akan juga ke Otanaha karena di sana juga ada indikasi. Sepertinya apa yang terjadi di Aloe Saboe, ada upaya ikut-ikutan di Otanaha,” katanya.

Adhan menyebut, pemerintah kota ingin memastikan rumah sakit milik daerah dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas, terutama pada posisi strategis.

Selain pembenahan birokrasi, fokus utama pemerintah adalah menjamin masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang layak. Ia menilai, persoalan manajerial yang tidak sehat berpotensi menghambat pelayanan publik sekaligus merugikan daerah.

Baca Juga:  Razia di Kota Gorontalo: 4 Pasang Lagi Indehoy di Kos, 6 Orang Sedang Pesta Miras

Langkah “bersih-bersih” ini, kata Adhan, merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota dalam memperbaiki kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh di Gorontalo.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel