Hibata.id – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyebut pelaksanaan Street Food memberi dampak besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Dalam satu malam pelaksanaan, total pendapatan pedagang disebut mencapai Rp128 juta.
Angka tersebut berdasarkan catatan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Gorontalo dari ratusan pedagang yang berjualan di kawasan Street Food, mulai dari samping rumah jabatan gubernur hingga simpang empat McDonald’s.
“Total penghasilan para pedagang mencapai Rp128 juta,” kata Adhan saat menghadiri kegiatan silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo bersama warga Kelurahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah, Ahad, 10 Mei 2026.
Menurut Adhan, capaian itu menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat sekaligus menunjukkan besarnya peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan UMKM di Kota Gorontalo.
Ia menepis anggapan bahwa kehadiran Street Food mematikan aktivitas usaha di lokasi lain. Menurut dia, kawasan ekonomi lain seperti Andalas, Lapangan Buladu, hingga Sentral tetap ramai dan berjalan normal.
“Walaupun ada Street Food, usaha lain di beberapa titik tetap jalan, seperti di Andalas, Lapangan Buladu, Sentral dan lain sebagainya. Saya mau ekonomi berputar, meski ada Street Food,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adhan menjelaskan, program Street Food juga menjadi salah satu strategi pemerintah daerah menjaga pergerakan ekonomi di tengah pemangkasan APBD Kota Gorontalo tahun 2026 yang mencapai Rp127 miliar.
“Street Food juga menjadi langkah menutupi pemangkasan APBD tahun ini sebesar Rp127 miliar,” kata wali kota dua periode itu.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat dan dampak ekonomi yang dirasakan pedagang, Pemerintah Kota Gorontalo memutuskan memperpanjang masa pelaksanaan Street Food.
“Insyaallah membantu ekonomi masyarakat. Makanya saya perpanjang eventnya sampai malam ini. Awalnya hanya dari 8 hingga 9 Mei,” tutur Adhan.
Pemerintah berharap kegiatan tersebut terus menjadi ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil di Kota Gorontalo.














