Hibata.id, Pohuwato – Senyum para petani di Kecamatan Paguat kini kembali merekah. Menjelang musim tanam padi, aliran air ke areal persawahan kembali lancar setelah drainase tersier yang sebelumnya dipenuhi sedimentasi berhasil dibersihkan dan dinormalisasi.
Pekerjaan normalisasi tersebut dilakukan Tim IR di tiga desa, yakni Desa Molamahu, Kemiri, dan Bunuyo.
Dalam waktu sekitar satu bulan, saluran yang sempat mengalami pendangkalan berhasil dibersihkan sehingga pasokan air ke lahan pertanian kembali mengalir tanpa hambatan.
Bagi para petani, selesainya pekerjaan itu menjadi kabar baik. Sebab saat ini mereka tengah memasuki masa persiapan tanam atau musim hambur yang membutuhkan ketersediaan air secara optimal.
“Kami sangat bersyukur. Selain salurannya dibersihkan, petani juga diberi kesempatan bekerja dan mendapatkan upah saat mengangkat sedimentasi di drainase tersier,” kata petani Desa Molamahu, Husin Kadir, Senin (8/6/2026).
Menurut Husin, kondisi saluran sebelumnya sudah dipenuhi lumpur sehingga menghambat aliran air menuju sawah.
Kini, setelah drainase dibersihkan, petani tidak lagi khawatir kekurangan pasokan air saat musim tanam dimulai.
“Alhamdulillah, sekarang air sudah lancar masuk ke sawah. Sebelumnya sering tersendat karena sedimentasi yang menumpuk cukup tinggi,” ujarnya.
Kepala Desa Molamahu, Masri Yanto Harun, turut mengapresiasi program tersebut. Ia menilai kegiatan normalisasi drainase sangat membantu petani sekaligus mendukung produktivitas pertanian di wilayahnya.
Menurut Masri, penanganan sedimentasi pada saluran tersier membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan sulit dipenuhi hanya melalui anggaran desa.
“Kami berterima kasih atas bantuan ini. Jika hanya mengandalkan dana desa, tentu penanganan sedimentasi tidak bisa dilakukan secara maksimal,” katanya.
Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut agar jaringan irigasi tetap terjaga dan kebutuhan air petani terpenuhi setiap musim tanam.












