Hibata.id, Gorontalo – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kekuatan sektor pangan yang ditopang oleh petani dan nelayan.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (26/06/2026).
Di hadapan ribuan peserta yang datang dari berbagai provinsi, Presiden menyebut petani dan nelayan sebagai kelompok strategis yang menjaga keberlangsungan bangsa melalui produksi pangan.
“Petani dan nelayan adalah penghasil makanan. Tidak ada negara bisa berdiri, tidak ada negara bisa bertahan, bahkan tidak ada peradaban yang bisa bertahan tanpa pangan,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Presiden menegaskan bahwa ketahanan pangan harus tetap menjadi prioritas pembangunan nasional.
Menurutnya, setiap negara membutuhkan kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan.
Prabowo mengatakan pemerintah terus memperkuat sektor pertanian dan perikanan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi tantangan global sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat di daerah.
Dalam pidatonya, Presiden juga mengingatkan peran besar petani dan nelayan dalam sejarah perjalanan bangsa.
Ia menilai sektor pangan menjadi salah satu faktor yang membantu masyarakat dan pejuang mempertahankan kehidupan pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Presiden, pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya petani dan nelayan.
Pemerintah, kata dia, berkomitmen menghadirkan pembangunan yang membuka akses pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang terjangkau, serta kesempatan memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera.
Selain itu, Presiden menyampaikan optimisme terhadap perkembangan sektor pangan nasional.
Ia menyebut produksi beras dan jagung Indonesia menunjukkan capaian yang menggembirakan sebagai hasil kolaborasi pemerintah, petani, penyuluh, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pelaksanaan PENAS XVII di Gorontalo juga dinilai mempertegas peran daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, inovasi, serta praktik terbaik yang dilakukan petani dan nelayan dari berbagai wilayah Indonesia.
Melalui forum nasional tersebut, pemerintah berharap lahir berbagai gagasan baru yang dapat memperkuat produktivitas pertanian dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha pangan di tingkat akar rumput.
Dari Gorontalo, Presiden Prabowo kembali menegaskan bahwa penguatan produksi pangan, peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, serta kemandirian pangan nasional menjadi fondasi penting menuju Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaulat.













