Hibata.id, Gorontalo – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), tampaknya mulai kehabisan stok kalimat halus.
Di hadapan ratusan kader PAN Gorontalo, Jumat (3/7/2026), ia langsung mengingatkan agar tidak ada lagi kader yang bergerak dengan irama masing-masing.
Pesannya sederhana, tetapi nadanya tegas, PAN harus satu komando jika ingin masuk tiga besar nasional pada Pemilu 2029.
“Bukan waktunya santai. Mulai hari ini seluruh kader PAN di Gorontalo harus merapatkan barisan, bergerak dalam satu komando,” kata kata Zulhas saat melantik pengurus DPW PAN Gorontalo di Azleya Convention Center.
Ibarat kata, keder diminta untuk mengetuk pintu rakyat, dengarkan mereka, bantu mereka.
“Kalau kompak, target tiga besar bisa kita capai,” tegas Zulhas
Ucapan itu langsung disambut tepuk tangan panjang. Sejumlah kader bahkan meneriakkan yel-yel partai, seolah ingin memastikan pesan ketua umum langsung tersimpan permanen.
Bagi Zulhas, politik tidak cukup dijalankan lewat baliho yang tersenyum lebar atau panggung yang penuh sorak.
Menurutnya, suara rakyat justru lahir dari kader yang rajin turun ke lapangan, mendengar keluhan, lalu ikut mencarikan jalan keluar.
Ia mengingatkan, masyarakat sekarang tidak lagi mudah terpikat janji yang hanya muncul lima tahun sekali.
Publik, kata dia, lebih cepat menilai siapa yang benar-benar hadir dan siapa yang hanya muncul ketika musim kampanye tiba.
Karena itu, Zulhas meminta pengurus baru segera menghidupkan mesin organisasi hingga tingkat desa dan kecamatan.
Konsolidasi, menurutnya, tidak boleh berhenti di ruang pelantikan atau sekadar foto bersama.
“Kalau kita kompak, saling menguatkan, saya yakin PAN akan semakin besar. Tapi kalau masing-masing punya agenda sendiri, target sebesar apa pun hanya akan jadi tulisan di spanduk,” ujarnya.
Pelantikan tersebut sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru DPW PAN Provinsi Gorontalo yang dipimpin Anas Yusuf, didampingi Kristina Udoki sebagai sekretaris dan Hartati Y. Masaguni sebagai bendahara.
Pada kesempatan yang sama, pengurus DPD PAN kabupaten dan kota se-Gorontalo juga dikukuhkan.
Namun bagi Zulhas, prosesi pelantikan bukan garis finis. Justru setelah jas rapi dilepas dan panggung dibongkar, pekerjaan sesungguhnya dimulai.
“Mulai hari ini semua harus bergerak. Tidak ada alasan menunggu. Optimisme harus dibayar dengan kerja keras,” katanya.
Instruksi tersebut memperlihatkan arah konsolidasi PAN menjelang Pemilu 2029.
Pesan yang dibawa Zulhas juga terbaca jelas, di dalam partai boleh banyak pendapat, tetapi ketika keputusan sudah diambil, semua kader harus berjalan pada jalur yang sama.
Sebab, kalau mesin partai berbunyi dengan nada berbeda, sulit berharap suara pemilih bernyanyi dengan irama yang sama.












