Hibata.id, Gorontalo – Peta Politik Gorontalo kembali memunculkan cerita baru. Kali ini, giliran nama pengusaha muda Revan Saputra Bangsawan.
Namanya kini ramai diperbincangkan setelah Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Gorontalo, Anas Jusuf, membenarkan adanya komunikasi politik dengan dirinya.
Bahkan, spekulasi mengenai kedekatan Revan Saputra Bangsawan dengan PAN semakin menguat.
Hal itu setelah wajah pengusaha tersebut terpampang pada baliho berukuran besar di lokasi pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN Gorontalo di Aszlea Convention Center, Jumat (3/72026).
Dalam baliho itu, foto Revan tampil berdampingan dengan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan serta Sekretaris Jenderal DPP PAN Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio.
Meski begitu, Anas memilih menyimpan rapat kelanjutan pembicaraan tersebut.
Ibarat pertandingan sepak bola, menurutnya, laga memang sudah dimulai, tetapi peluit akhir belum ditiup.
“Saya masih no comment dulu. Yang pasti sudah ada komunikasi dengan beliau, tetapi nanti seperti apa saya belum bisa memberikan gambaran karena ini masih berproses,” kata Anas usai pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN Gorontalo di Aszlea Convention Center, Jumat (3/7/2026).
Nama Revan bukan sosok asing dalam dinamika politik Gorontalo. Selain dikenal sebagai pengusaha, ia juga kerap disebut dalam berbagai pembicaraan politik.
Revan dinilai memiliki pengalaman membangun strategi pemenangan dalam sejumlah kontestasi kepala daerah di Provinsi Gorontalo.
Kehadirannya membuat setiap manuver politik selalu menarik perhatian. Namun, Anas menegaskan komunikasi yang dilakukan PAN bukan hanya dengan Revan.
Partai berlambang matahari itu juga membuka ruang dialog dengan berbagai tokoh sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu mendatang.
Menurut Anas, PAN telah memulai penjaringan lebih awal, termasuk menyiapkan nama-nama yang diproyeksikan maju sebagai calon anggota DPR RI maupun legislatif di berbagai tingkatan.
“Komunikasi yang kami bangun dengan semua pihak, termasuk beliau (Revan), memang sudah terjalin,” ujarnya.
Di kalangan pengamat politik lokal, komunikasi lintas tokoh seperti ini dinilai sebagai hal yang lumrah.
Politik memang sering dimulai dari obrolan santai. Bedanya, ada yang cukup berhenti di secangkir kopi, ada pula yang berakhir di meja pendaftaran calon.
Apakah komunikasi antara PAN dan Revan akan bermuara pada langkah politik yang lebih besar? Hingga kini belum ada jawaban pasti.
Yang jelas, di Gorontalo, ketika politisi mulai berkata “masih berproses”, publik biasanya mulai menebak-nebak bab berikutnya.












