Hibata.id, Gorontalo – Persoalan sampah sampah memang tidak bisa kompromi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Boalemo memilih belajar langsung ke ahlinya daripada sekadar berharap tumpukan sampah berkurang sendiri.
Langkah itu diwujudkan melalui kunjungan konsultatif ke PT Cahaya Mas Cemerlang di Jakarta, Senin (07/07/2026).
Mereka datang untuk mempelajari teknologi pengolahan sampah berbasis mesin insinerator sebagai salah satu referensi memperkuat sistem pengelolaan sampah di daerah.
Kunjungan dipimpin Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali. Menurut dia, pemerintah daerah terus mencari berbagai alternatif teknologi yang dapat diterapkan agar pengelolaan sampah semakin efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap langkah yang diambil didasarkan pada kajian dan pengalaman yang sudah diterapkan. Karena itu, kami datang untuk belajar sekaligus berdiskusi mengenai teknologi yang tersedia,” kata Lahmudin.
Rombongan diterima Direktur Pemasaran PT Cahaya Mas Cemerlang, Iwan Pangandjaja.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas mekanisme kerja mesin insinerator, kapasitas pengolahan, efisiensi operasional, hingga peluang penerapan teknologi tersebut di Kabupaten Boalemo.
Suasana diskusi berlangsung hangat. Berbagai pertanyaan teknis mengalir, mulai dari kemampuan mesin mengolah sampah hingga kebutuhan operasionalnya.
Tujuannya sederhana, yakni memastikan teknologi yang dipilih benar-benar memberi manfaat bagi daerah, bukan sekadar terlihat modern.
Lahmudin menegaskan hasil konsultasi akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah sebelum menyusun kebijakan di sektor persampahan.
“Masukan yang kami peroleh sangat bermanfaat. Selanjutnya akan kami kaji bersama agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Kabupaten Boalemo,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap kajian terhadap teknologi pengolahan sampah dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem persampahan yang lebih baik.
Diantaranya mengurangi dampak lingkungan, serta menciptakan kawasan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, sampah memang tidak akan hilang hanya dengan dipandang.
Yang dibutuhkan adalah teknologi, perencanaan, dan komitmen agar persoalan itu dapat ditangani secara berkelanjutan.












