Hukum

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi Chromebook

×

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi Chromebook

Sebarkan artikel ini
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara/Hibata.id
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara. Foto: ist/Hibata.id

Hibata.id, Jakarta – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menyatakan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, terbukti bersalah dalam perkara korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) untuk program digitalisasi pendidikan.

Putusan tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim Purwanto S. Abdullah dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).

“Menyatakan terdakwa Nadiem Anwar Makarim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama,” ujar Ketua Majelis Hakim Purwanto S. Abdullah saat membacakan amar putusan.

Baca Juga:  Status Tersangka Amin Digugat Lewat Praperadilan di PN Gorontalo

Setelah menyatakan terdakwa bersalah, majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada Nadiem.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Nadiem Anwar Makarim oleh karena itu dengan pidana penjara 10 tahun dan denda Rp1 miliar,” lanjut hakim.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai perbuatan Nadiem memenuhi unsur tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 604 juncto Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Hakim juga memaparkan sejumlah hal yang memberatkan hukuman. Di antaranya, perbuatan dilakukan secara terencana, menyebabkan kerugian negara, serta kondisi ekonomi terdakwa dinilai telah berkecukupan sehingga tidak ada alasan melakukan tindak pidana karena faktor ekonomi.

Baca Juga:  BEM Desak Kejati Evaluasi Kejari Kota Gorontalo hingga Sentil Partai Nasdem

Sementara itu, hal yang meringankan adalah Nadiem belum pernah menjalani hukuman pidana sebelumnya.

Jaksa Sebelumnya Menuntut 18 Tahun Penjara

Sebelum putusan dibacakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) lebih dulu menuntut Nadiem dengan pidana penjara selama 18 tahun, denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan.

Jaksa juga meminta majelis hakim menghukum Nadiem membayar uang pengganti sebesar Rp809,59 miliar dan Rp4,87 triliun, sehingga total nilai uang pengganti yang dituntut mencapai sekitar Rp5,68 triliun.

Baca Juga:  KPH Temukan Satu Alat Berat di PETI Hulawa, Operatornya Melarikan Diri

Jika tidak dibayarkan, jaksa meminta pidana tambahan berupa kurungan selama sembilan tahun.

Saat membacakan tuntutan pada persidangan sebelumnya, Jaksa Roy Riady menyatakan pihaknya meyakini Nadiem terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama berdasarkan alat bukti dan fakta yang terungkap selama persidangan.

Putusan terhadap perkara korupsi pengadaan Chromebook ini menjadi salah satu putusan yang menyita perhatian publik karena berkaitan dengan program digitalisasi pendidikan yang sebelumnya dijalankan pemerintah.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel