Parlemen

Femmy Udoki Temui Warga Molutabu, 6 Keluhan ini Jadi Prioritas

×

Femmy Udoki Temui Warga Molutabu, 6 Keluhan ini Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina Mohamad Udoki, menggelar reses di Desa Molutabu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (30/6/2026)/Hibata.id
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina Mohamad Udoki, menggelar reses di Desa Molutabu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (30/6/2026)/Hibata.id

Hibata.id, Bone Bolango – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina Mohamad Udoki, menggelar reses di Desa Molutabu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (30/6/2026).

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan berbagai aspirasi mulai dari normalisasi sungai, perluasan jaringan listrik, hingga bantuan bagi nelayan dan pelaku UMKM.

Scroll untuk baca berita

Kehadiran legislator Partai Amanat Nasional (PAN) yang akrab disapa Femmy Udoki itu disambut antusias masyarakat.

Bahkan, sejumlah warga menyebut Femmy sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo pertama yang menggelar reses di Desa Molutabu.

Dalam sambutannya, Femmy mengatakan reses menjadi kesempatan bagi anggota DPRD untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

Tugas mereka mendengarkan persoalan di lapangan, sekaligus menyerap aspirasi yang akan diperjuangkan melalui pemerintah provinsi.

“Reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun menemui masyarakat dan mendengar langsung kebutuhan mereka,” kata Femmy.

Baca Juga:  Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo Gelar Pemotongan Hewan Kurban

Dialog berlangsung hangat. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai mendesak.

Aspirasi pertama yang menjadi perhatian adalah normalisasi Sungai Molutabu.

Warga mengaku sungai kerap meluap saat hujan deras hingga menyebabkan beberapa rumah mengalami kerusakan.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan bantuan bibit ternak ayam untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Dukungan sambungan listrik bagi pelaku UMKM di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Molutabu, serta perluasan jaringan listrik menuju Dusun Waolo yang hingga kini belum menikmati layanan listrik secara memadai.

Tak hanya itu, warga meminta bantuan tenda dan kursi untuk kegiatan rukun duka dan Majelis Taklim. Para nelayan juga berharap adanya bantuan mesin tempel 15 PK guna menunjang aktivitas melaut.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Femmy memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dan diperjuangkan sesuai kewenangannya.

Baca Juga:  Saran Femmy Udoki untuk Pemerintah Desa Soal Pengelolaan Danau Perintis

Khusus mengenai normalisasi Sungai Molutabu, ia mengaku persoalan itu telah beberapa kali disampaikan kepada Gubernur Gorontalo maupun pihak Balai Wilayah Sungai. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama.

“Permasalahan normalisasi sudah berulang kali saya sampaikan ke Gubernur dan pihak Balai, namun keterbatasan anggaran dan efisiensi menjadi kendala hingga saat ini sehingga pembangunan seperti bronjong masih sulit direalisasikan. Tapi saya tetap berkoordinasi dengan pihak terkait agar ke depan bisa direalisasikan,” ujar Femmy.

Sementara itu, menjawab pertanyaan mantan Kepala Desa Molutabu, Adrian Basumbul, mengenai bantuan ternak ayam, Femmy menjelaskan bahwa kelompok masyarakat perlu menyiapkan kandang terlebih dahulu sebelum mengajukan bantuan.

“Kalau sudah ada kandang ayam, silakan diajukan,” katanya.

Untuk kebutuhan listrik bagi pelaku UMKM di kawasan RTH Molutabu, Femmy berencana berkoordinasi dengan dinas terkait agar dapat diupayakan melalui dana Pokok Pikiran (Pokir).

Baca Juga:  Rustam HS. Akili Dimata Wakil Ketua I DPRD Provinsi Gorontalo

Sedangkan usulan perluasan jaringan listrik menuju Dusun Waolo akan dibawanya dalam agenda koordinasi di tingkat pusat saat kunjungan kerja ke Jakarta. Menurutnya, kawasan pertanian yang belum memiliki akses listrik layak menjadi prioritas pembangunan.

Adapun permohonan bantuan mesin tempel, tenda, dan kursi diminta segera dilengkapi dengan proposal resmi agar proses pengusulannya dapat ditindaklanjuti.

“Insyaallah untuk tenda dan kursi nanti diajukan proposal. Begitu juga mesin tempel 15 PK akan kita upayakan pada pembahasan anggaran perubahan jika memungkinkan,” kata Femmy.

Reses tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Warga berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti sehingga mendukung pembangunan infrastruktur, meningkatkan pelayanan dasar, serta memperkuat perekonomian masyarakat Desa Molutabu.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel