Hibata.id, Gorontalo – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Gorontalo meminta pemerintah daerah memastikan Perubahan APBD 2026 berorientasi pada kepentingan masyarakat dan memperkuat sektor produktif.
Pandangan umum tersebut disampaikan Venny Rosdiana Anwar dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo.
Fraksi PDI Perjuangan mendorong pemerintah memprioritaskan anggaran untuk pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan UMKM.
Bantuan bagi petani dan nelayan juga diminta tepat sasaran agar berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Fraksi tersebut turut menyoroti usulan dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Pemerintah daerah diminta mengkaji usulan itu dengan mempertimbangkan urgensi, dasar penganggaran, kemampuan keuangan daerah, serta manfaatnya bagi masyarakat.
Menurut Fraksi PDI Perjuangan, pembinaan atlet tetap penting, tetapi harus dikelola secara profesional, transparan, terukur, dan berkelanjutan sesuai skala prioritas daerah.
Selain itu, pemerintah diminta mengevaluasi target pendapatan, menekan belanja yang kurang efektif, dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setiap rupiah APBD harus menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Fraksi PDI Perjuangan juga mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada Triwulan II 2026 sebesar 6,20 persen. Namun, pertumbuhan tersebut dinilai harus diikuti penurunan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan lapangan kerja, serta pemerataan ekonomi.
Fraksi PDI Perjuangan kemudian menyatakan menerima Ranperda tentang Perubahan APBD Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2026 untuk dibahas pada tahapan selanjutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.












