Hibata.id – Wastra Mongondow kembali mendapat ruang di panggung fashion profesional. Desainer asal Bolaang Mongondow Raya (BMR), Titi Nurmala Kekenusa, meraih Juara 3 dalam ajang Modest Fashion Professional Competition yang digelar Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Utara di Manado Town Square (Mantos).
Titi membawa karya dari brand Pilipar by Titikeke dengan menggabungkan konsep modest fashion dan kekayaan wastra Mongondow. Perpaduan tersebut menghasilkan busana modern yang tetap mempertahankan karakter serta identitas budaya daerah.
Menurut Titi, penggunaan wastra Mongondow menjadi salah satu kekuatan utama dalam koleksinya. Unsur tradisional dipadukan dengan desain kontemporer sehingga busana tidak hanya menawarkan nilai estetika, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga warisan budaya melalui industri kreatif.
“Kehadiran wastra Mongondow dalam desain tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Unsur tradisional dipadukan dengan sentuhan desain kekinian,” kata Titi kepada awak media, Senin, 17 Agustus 2026.
Dia mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa fashion berbasis budaya lokal memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing dalam industri fashion profesional.
Ajang yang diselenggarakan Bank Indonesia tersebut, menurut Titi, menjadi ruang bagi desainer dan pelaku industri fashion untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengangkat identitas daerah melalui karya busana.
“Dengan mengusung wastra Mongondow, karya tersebut mampu membawa kekayaan budaya BMR ke panggung yang lebih luas,” ujarnya.
Wastra Mongondow Menembus Tren Fashion Modern
Titi berharap pencapaian tersebut dapat mendorong pelaku ekonomi kreatif di BMR untuk terus mengembangkan produk yang berbasis budaya lokal.
Menurut dia, wastra Mongondow tidak hanya memiliki nilai sejarah dan budaya. Kain tradisional tersebut juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari tren fashion modern yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.
“Prestasi Juara 3 ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelaku ekonomi kreatif lainnya di daerah untuk terus mengembangkan produk berbasis budaya lokal,” katanya.
Keberhasilan tersebut juga diharapkan membuka peluang bagi wastra Mongondow untuk semakin dikenal di tingkat regional hingga nasional. Di saat yang sama, perkembangan fashion berbasis budaya dapat memperkuat posisi BMR sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi industri kreatif.
Titi mengatakan kompetisi tersebut berlangsung hampir sebulan, mulai 15 Juli hingga 14 Agustus 2026. Pemenang kemudian diumumkan pada puncak Urban Digifest Sulut pada 16 Agustus 2026.
Bagi Titi, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan dalam sebuah kompetisi. Juara 3 menjadi penanda bahwa identitas budaya lokal dapat diterjemahkan ke dalam bahasa fashion modern tanpa kehilangan akar tradisinya.













