Bone Bolango

Jalan Tulabolo–Pinogu Dikebut, Sekda Ungkap Target Rintisan 2028

×

Jalan Tulabolo–Pinogu Dikebut, Sekda Ungkap Target Rintisan 2028

Sebarkan artikel ini
Pemkab Bone Bolango mendorong percepatan pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu dengan target rintisan awal pada 2028 serta menyiapkan survei ekologi untuk menjaga habitat satwa/Hibata.id
Pemkab Bone Bolango mendorong percepatan pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu dengan target rintisan awal pada 2028 serta menyiapkan survei ekologi untuk menjaga habitat satwa/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mendorong percepatan pembangunan akses Jalan Tulabolo–Pinogu dengan tetap memastikan perlindungan ekosistem di kawasan yang akan dilalui.

Upaya tersebut dibahas dalam Forum Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan Tulabolo–Pinogu di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Senin (24/8/2026).

Forum bertema “Membangun Ekosistem Lestari untuk Percepatan Pembangunan Akses Jalan Tulabolo–Pinogu” itu menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk menyelaraskan langkah membuka akses menuju Kecamatan Pinogu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango Iwan Mustapa mengatakan pembangunan jalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur, tetapi juga upaya memperluas manfaat pembangunan hingga wilayah terpencil.

“Pembangunan jalan ini bukan sekadar fisik. Sesuai arahan Presiden, pembangunan nasional harus menjangkau dan dirasakan masyarakat terpencil,” kata Iwan.

Baca Juga:  Wabup Bone Bolango Dukung Pengembangan Pupuk Organik Cair Ramah Lingkungan

Menurut dia, pemerintah harus menjalankan dua kepentingan secara beriringan, yakni mempercepat pembangunan jalan dan menjaga kelestarian lingkungan.

Ia menegaskan pembangunan akses menuju Pinogu tidak boleh mengabaikan keberadaan habitat dan jalur perlintasan satwa di kawasan tersebut.

“Dua hal utama perhatian kita: percepatan pembangunan dan keharusan menjaga kelestarian. Jalan menuju Pinogu jangan sampai merusak tempat perlindungan satwa,” ujarnya.

Survei Ekologi Disiapkan

Pemkab Bone Bolango berencana melakukan survei ekologi untuk memperoleh gambaran lebih terperinci mengenai kondisi lingkungan pada jalur yang direncanakan sebagai akses Tulabolo–Pinogu.

Baca Juga:  Bupati Bonebol Imbau Warga Tidak Golput di Pemilu Serentak 2024

Survei tersebut antara lain diperlukan untuk memetakan jalur perlintasan satwa liar sehingga perencanaan pembangunan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan perlindungan habitat.

Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari skema percepatan pembangunan. Berdasarkan pembahasan yang berkembang, pengerjaan akses tersebut berpotensi membutuhkan waktu panjang hingga 2040 apabila berbagai hambatan tidak segera diselesaikan.

“Kami berusaha mendorong percepatan dan akan menggelar survei ekologi agar tidak mengganggu perlintasan satwa,” kata Iwan.

Pemkab Bone Bolango berharap koordinasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, legislatif, akademisi, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya dapat menghasilkan solusi terhadap berbagai kendala teknis dan nonteknis.

Baca Juga:  Ismet Mile Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di Bone Bolango

Pembangunan Jalan Tulabolo–Pinogu dinilai strategis untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mendukung akses masyarakat terhadap pelayanan publik dan kegiatan ekonomi.

Iwan berharap tahapan menuju pembangunan dapat dipercepat sehingga rintisan awal jalan menuju Pinogu sudah dapat dimulai pada 2028.

“Mari bangun sinergi. Kami berharap tahun 2028 sudah ada rintisan awal pembangunan jalan menuju Pinogu,” katanya.

Forum tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofyan Ibrahim, anggota DPRD Provinsi Gorontalo dan DPRD Kabupaten Bone Bolango, unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, serta sekitar 100 peserta dari Aliansi Masyarakat Pinogu.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel