Hibata.id, Bone Bolango – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mulai memperluas sumber pembiayaan pembangunan dengan mendorong investasi hijau.
Langkah ini ditempuh agar pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bupati Bone Bolango Ismet Mile melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum sekaligus Plt Kepala Dinas Kominfo Bone Bolango, Ichsan Budiman Wantogia, mengatakan keterbatasan fiskal tidak boleh menghambat pembangunan.
Menurut dia, pemerintah perlu membuka ruang lebih besar bagi investor, perbankan, BUMD, BUMDes, koperasi desa dan dunia usaha untuk ikut menggerakkan ekonomi daerah.
Salah satu langkah awal yang disiapkan adalah pemanfaatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di lingkungan pemerintah daerah.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Bone Bolango mendorong penggunaan energi yang lebih efisien sekaligus membangun ekosistem ekonomi hijau secara bertahap.
Mulai dari Kendaraan Listrik
Pemkab Bone Bolango ingin agenda ekonomi hijau dimulai dari langkah yang bisa diterapkan langsung. Penggunaan kendaraan listrik di lingkungan pemerintahan menjadi salah satu pilihannya.
Selain mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, KBLBB diharapkan menjadi contoh penerapan efisiensi energi di lingkungan pemerintah.
Dalam jangka panjang, penggunaan kendaraan listrik juga berpeluang membuka kegiatan ekonomi baru.
Kebutuhan stasiun pengisian daya, perawatan kendaraan, penyediaan komponen hingga layanan pendukung lainnya dapat menjadi peluang bagi dunia usaha.
Dengan demikian, KBLBB tidak hanya berkaitan dengan pergantian kendaraan dinas, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun ekosistem energi bersih di Bone Bolango.
Tak Hanya Mengandalkan APBD
Ichsan mengatakan pemerintah daerah perlu mencari sumber pembiayaan lain untuk memperkuat pembangunan.
Investasi menjadi salah satu pilihan, terutama pada sektor yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memberikan nilai tambah terhadap potensi lokal.
Bone Bolango memiliki sejumlah sektor yang dinilai dapat dikembangkan, seperti energi surya, mikrohidro, pertanian dan perkebunan berkelanjutan, pariwisata berbasis lingkungan, pengelolaan limbah serta industri kreatif.
Pemerintah ingin potensi tersebut berkembang menjadi kegiatan usaha yang memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.
Karena itu, investasi yang masuk diharapkan tidak hanya membawa modal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong tumbuhnya usaha lokal.
Sampah dan Limbah Bisa Bernilai Ekonomi
Pemkab Bone Bolango juga melihat peluang dari pengembangan ekonomi sirkular.
Sampah rumah tangga hingga limbah pertanian dan perkebunan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Namun, pengembangannya membutuhkan dukungan teknologi, modal, infrastruktur dan sumber daya manusia.
Kolaborasi dengan investor dan dunia usaha menjadi penting agar potensi tersebut dapat dikembangkan dalam skala yang lebih produktif.
Dengan pengelolaan yang tepat, limbah tidak lagi hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi dapat menjadi sumber kegiatan ekonomi baru.
Desa Ikut Jadi Penggerak
Pengembangan ekonomi hijau juga diarahkan sampai ke desa.
Pemkab Bone Bolango mendorong BUMDes dan koperasi desa mengambil peran dalam mengelola serta meningkatkan nilai tambah potensi lokal.
BUMD, perbankan dan investor juga diharapkan ikut menghubungkan produk desa dengan pembiayaan dan pasar yang lebih luas.
Pemerintah ingin produk desa tidak berhenti dijual sebagai bahan mentah. Produk lokal didorong untuk diolah, dikemas dan dipasarkan sehingga memberikan nilai ekonomi lebih besar kepada masyarakat.
Dengan pola tersebut, desa diharapkan tumbuh menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.
Investasi Harus Berdampak ke Masyarakat
Pemkab Bone Bolango membuka ruang bagi investasi, tetapi tetap menginginkan manfaatnya dirasakan masyarakat.
Investasi yang masuk diharapkan mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan usaha lokal, memperkuat ekonomi desa sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Melalui visi besar Bapak Bupati untuk membuka pintu investasi seluas-luasnya, serta dukungan sinergi dari perbankan, BUMD, BUMDes hingga Kopdes, kami optimistis Bone Bolango mampu mewujudkan kemandirian ekonomi hijau yang kokoh, berdaya saing dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Ichsan.
Pemerintah menilai APBD tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan. Namun, pembiayaan daerah perlu diperkuat melalui investasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
KBLBB menjadi salah satu langkah awal. Sementara energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, pengolahan limbah, pariwisata berbasis lingkungan dan ekonomi sirkular menjadi peluang yang dapat dikembangkan secara bertahap.
Melalui strategi tersebut, Pemkab Bone Bolango ingin investasi hijau tidak berhenti sebagai konsep, tetapi berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.














