Hibata.id, Gorontalo – Forum Pelajar Mahasiswa Indonesia Kotamobagu (FPMIK) Cabang Gorontalo menggelar aksi donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus membantu mendukung ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Gorontalo, Rabu (26/8/2026), dengan melibatkan puluhan mahasiswa dan masyarakat.
Sebelum mendonorkan darah, setiap peserta menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas PMI Kota Gorontalo. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan peserta memenuhi persyaratan sebagai pendonor.
Ketua Umum FPMIK Cabang Gorontalo, Djidan Manangin, mengatakan kegiatan donor darah menjadi salah satu cara mahasiswa memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
“Mahasiswa tidak boleh hanya dikenal karena aktivitas akademik dan organisasi. Kami juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan,” kata Djidan.
Menurut dia, FPMIK tidak menjadikan donor darah sekadar agenda sosial organisasi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun solidaritas, empati, dan semangat gotong royong di kalangan mahasiswa.
FPMIK, kata dia, ingin mendorong mahasiswa asal Kotamobagu yang sedang menempuh pendidikan di Gorontalo agar semakin aktif mengambil peran dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
Djidan juga mengajak masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, untuk tidak ragu mendonorkan darah selama memenuhi persyaratan kesehatan yang ditentukan petugas.
“Jangan menunggu menjadi pahlawan untuk berbuat baik. Dengan mendonorkan darah, kita sudah mengambil bagian dalam menyelamatkan kehidupan orang lain,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dengan jumlah peserta yang lebih banyak.
FPMIK Cabang Gorontalo juga membuka peluang kerja sama dengan PMI, organisasi kemahasiswaan, komunitas, maupun pihak lainnya untuk mengembangkan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Menurut Djidan, kolaborasi diperlukan agar donor darah tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Semakin banyak masyarakat yang bersedia menjadi pendonor, kata dia, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan dalam membantu memenuhi kebutuhan darah.
Antusiasme mahasiswa dan masyarakat dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa aktivitas akademik dan organisasi tidak menghalangi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan sosial.
Melalui aksi tersebut, FPMIK Cabang Gorontalo berharap dapat ikut membantu PMI Kota Gorontalo dalam menjaga ketersediaan darah sekaligus menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan kemanusiaan di lingkungan sekitarnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi, ketersediaan darah menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, FPMIK berharap kesadaran untuk menjadi pendonor terus tumbuh di kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum.














