Hibata.id, Gorontalo – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo Mansur Basir menitipkan satu pesan penting kepada peserta seleksi mutasi PNS.
Pesan itu yakni, bekerja di Kementerian Haji dan Umrah bukan sekadar berhadapan dengan angka dan tumpukan berkas, tetapi melayani manusia dengan beragam karakter dan latar belakang.
Pesan itu disampaikan Mansur di hadapan peserta Ujian Kompetensi Mutasi Masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Layanan ASN Karier Batch II Tahun 2026 di UPT BKN Gorontalo, Rabu (16/9/2026).
Menurut Mansur, peserta yang nantinya dinyatakan lolos harus bersiap karena mereka akan langsung berhadapan dengan tahapan penyelenggaraan ibadah haji.
“Siapa pun yang nantinya ditakdirkan bergabung, akan langsung berhadapan dengan tahapan haji yang sedang berlangsung,” kata Mansur.
Ia mengingatkan bahwa karakter pekerjaan di Kementerian Haji dan Umrah memiliki tantangan tersendiri.
ASN tidak cukup hanya menguasai pekerjaan administratif dan teknis, tetapi juga dituntut mampu memberikan pelayanan yang ramah, sabar, dan humanis kepada jemaah.
Apalagi, kata dia, jemaah yang dilayani datang dari berbagai usia, kondisi dan latar belakang.
Tidak sedikit di antara mereka yang telah menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji.
“Bapak/Ibu mungkin sebelumnya bekerja di tempat yang banyak berbicara tentang angka-angka dan kertas-kertas. Tetapi di sini kita harus membiasakan diri bagaimana tersenyum di hadapan oma-oma, bagaimana tersenyum di hadapan opa-opa, dan bagaimana tersenyum kepada orang yang sudah menunggu 12 tahun untuk bisa berhaji,” ujarnya.
Bagi Mansur, senyum dan keramahan bukan sekadar pelengkap dalam pelayanan.
Petugas akan berhadapan langsung dengan jemaah yang memiliki perasaan, karakter, kebutuhan, hingga status sosial yang berbeda.
Karena itu, setiap jemaah harus mendapatkan pelayanan dalam sistem penyelenggaraan haji tanpa membedakan latar belakangnya.
“Yang kita hadapi adalah manusia. Manusia yang punya perasaan, manusia yang punya ego, manusia yang memiliki status sosial. Di sini kita pernah melayani gubernur sampai dengan orang yang tidak memiliki status apa pun. Semuanya kita layani dalam sebuah sistem penyelenggaraan yang namanya ibadah haji,” katanya.
Mansur pun meminta calon ASN yang nantinya bergabung menjadikan tanggung jawab terhadap jemaah sebagai bagian penting dalam menjalankan tugas.
“Penting bagaimana kita bertanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik untuk jemaah,” ujarnya.
104 Peserta Ikuti Seleksi
Ujian Kompetensi Mutasi Masuk PNS Kementerian Haji dan Umrah di Gorontalo diikuti sebanyak 104 peserta.
Pelaksanaan Computer Assisted Competency Test (CACT) tersebut dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, dengan 53 peserta.
Sementara itu, gelombang kedua dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 18 September 2026.
Seleksi tersebut merupakan bagian dari Layanan ASN Karier Batch II Tahun 2026 untuk menjaring aparatur yang akan bergabung dengan Kementerian Haji dan Umrah.
Mansur juga mengapresiasi UPT BKN Gorontalo yang mendukung pelaksanaan sejumlah proses seleksi Kementerian Haji dan Umrah, mulai dari seleksi PPIH kesehatan, PPIH nonkesehatan, hingga seleksi mutasi PNS Batch II.
Melalui proses seleksi tersebut, calon ASN tidak hanya dituntut memiliki kompetensi untuk menjalankan pekerjaan, tetapi juga kesiapan memasuki lingkungan kerja yang bersentuhan langsung dengan pelayanan jemaah haji dan umrah.












