Boalemo

15 Sumber Air Baku Tercemar, Boalemo Mulai Susun RISPAM 2026-2046

×

15 Sumber Air Baku Tercemar, Boalemo Mulai Susun RISPAM 2026-2046

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Boalemo mulai menyusun Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM)/Hibata.id
Pemerintah Kabupaten Boalemo mulai menyusun Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM)/Hibata.id

Hibata.id, Boalemo Pemerintah Kabupaten Boalemo mulai menyusun Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kabupaten Boalemo Tahun 2026-2046 sebagai langkah memperkuat layanan air minum bagi masyarakat.

Penyusunan dokumen tersebut diawali dengan paparan pendahuluan yang digelar di Cabana Resort Bolihutuo, Rabu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Boalemo, Supandra Nur, mengatakan ketersediaan air minum menjadi kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga:  Pelantikan Unik di Tepi Laut, Prof Nurdin Resmi Jadi Sekda Boalemo

Ia menjelaskan gangguan terhadap pasokan maupun kualitas air dapat memicu persoalan serius, terutama di kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

“Air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Jika terjadi gangguan pada debit maupun kualitas air, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat, terutama pada sektor kesehatan,” kata Supandra.

Menurut dia, penyusunan dokumen RISPAM menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam merancang pengembangan sarana dan prasarana air minum secara terarah untuk dua dekade ke depan.

Baca Juga:  Saka Adhyasta Pramuka Pemilu Boalemo Dikukuhkan, Perkuat Pendidikan Demokrasi

Dokumen tersebut disusun dengan melibatkan tenaga ahli dari CV Ethnic Konsultan.

Pemerintah Kabupaten Boalemo sebelumnya juga telah memiliki dokumen RISPAM yang disusun pada 2020, sehingga dokumen terbaru ini menjadi bagian dari pembaruan perencanaan sesuai kebutuhan daerah.

Penyusunan RISPAM tersebut mengacu pada regulasi nasional terkait pengembangan sistem penyediaan air minum.

Dalam paparan awal, tim penyusun mengidentifikasi sejumlah tantangan strategis pada sektor air minum di Boalemo.

Beberapa di antaranya yakni kualitas 15 sumber air baku yang masuk kategori tercemar ringan, kerusakan instalasi pengolahan air (IPA) Dulupi lama, rendahnya tingkat penggantian meter air pelanggan, serta kondisi jaringan distribusi yang sebagian telah melewati usia teknis operasional.

Baca Juga:  Lahmuddin Hambali Dukung Perkemahan Ketangkasan Pramuka Wonosari

Melalui penyusunan dokumen ini, pemerintah daerah menargetkan tersusunnya peta jalan pengembangan sistem penyediaan air minum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan infrastruktur di masa mendatang.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel