Buton

BPBD Buteng Gencarkan Sosialisasi Cegah Karhutla dan Antisipasi Kekeringan

×

BPBD Buteng Gencarkan Sosialisasi Cegah Karhutla dan Antisipasi Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buton Tengah memperluas sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla serta antisipasi kekeringan. (foto: Humas)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buton Tengah memperluas sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla serta antisipasi kekeringan. (foto: Humas)

Hibata.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buton Tengah memperluas sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla serta antisipasi kekeringan. Langkah itu dilakukan menyusul meningkatnya kejadian kebakaran di sejumlah wilayah saat musim kemarau.

BPBD menyasar tujuh kecamatan yang dinilai rawan kebakaran, yakni Mawasangka, Talaga Raya, Mawasangka Timur, Mawasangka Tengah, Lakudo, Gu, dan Sangia Wambulu.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Buton Tengah, Moh. Asman Bahara, mengatakan karhutla dan kekeringan bukan semata persoalan lingkungan. Kedua ancaman tersebut dapat berdampak langsung terhadap kesehatan, kehidupan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Asman, BPBD mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan, antara lain di Desa Gumanano dan Desa Wasilomata, Kecamatan Mawasangka. Kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk Kecamatan Mawasangka Tengah dan Lakudo.

“Perlu kita sadari bersama, hal ini bukan sekadar soal asap atau lahan yang terbakar. Ini merupakan bagian dari ancaman yang berdampak langsung pada hidup dan kehidupan manusia. Asap kebakaran mengganggu kesehatan, lahan terbakar merusak sumber penghidupan, dan kekeringan air menghambat kebutuhan dasar kita sehari-hari,” kata Asman.

Baca Juga:  Pesta Panen Wakeakea, Saat Syukur dan Harapan Bertemu di Buton Tengah

Ia mengatakan kewaspadaan masyarakat diperlukan untuk mengurangi risiko yang lebih besar selama musim kemarau.

“Jadi, kewaspadaan ini bukan sekadar imbauan biasa, melainkan perlindungan nyata bagi diri sendiri, keluarga, dan sesama warga Buton Tengah,” ujarnya.

Selain kebakaran, BPBD mengingatkan masyarakat mengenai potensi kekeringan air bersih yang dapat terjadi apabila musim kemarau berlangsung panjang.

Asman mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan ganda. Lahan yang mengering membuat api lebih mudah menyebar, sementara berkurangnya ketersediaan air dapat mengganggu kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Di musim panas ini, tantangan kita ganda. Di satu sisi, kita harus waspada kebakaran karena lahan kering sangat mudah terbakar dan angin dapat mempercepat penyebarannya. Di sisi lain, kita juga harus bersiap menghadapi kekeringan air yang merupakan kebutuhan paling mendasar bagi kehidupan manusia,” kata dia.

Baca Juga:  Bupati Azhari Perjuangkan Buteng Jadi Lokasi Sekolah Rintisan SNT 2026

Karena itu, Asman meminta masyarakat melakukan langkah antisipasi sebelum kondisi memburuk.

“Jangan menunggu sampai kekeringan datang baru kita bertindak. Persiapkan sejak dini,” ujarnya.

BPBD mengimbau masyarakat berhati-hati menggunakan api, baik untuk memasak maupun kegiatan di rumah dan ladang. Api harus dipastikan benar-benar padam setelah digunakan.

Masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar juga diminta melakukannya secara hati-hati dan sesuai ketentuan yang berlaku. Api harus berada dalam pengawasan, disertai sekat bakar dan peralatan pemadam agar tidak merembet ke area lain.

Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta menghindari pembakaran sampah ketika cuaca panas dan angin bertiup kencang.

BPBD meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan asap atau kebakaran lahan kepada BPBD, pemadam kebakaran, atau kepolisian terdekat. Pelaporan sejak dini dinilai dapat membantu petugas mencegah api meluas.

Baca Juga:  UGM Dorong Mawasangka Buton Tengah Jadi Model Transmarine

Untuk menghadapi potensi kekeringan, masyarakat diminta menggunakan air bersih secara hemat dan menyiapkan sumber air cadangan untuk kebutuhan keluarga selama musim kemarau.

BPBD Buton Tengah bersama tim gabungan terus mendatangi desa dan kelurahan untuk memberikan edukasi serta menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat.

Aparat kepolisian juga ikut mengingatkan warga agar kegiatan pembukaan lahan dilakukan secara aman dan bertanggung jawab.

Asman menegaskan pemerintah tidak bermaksud menghambat aktivitas masyarakat dalam membuka lahan untuk bertani dan berkebun. Namun, penggunaan api harus dilakukan dengan memperhitungkan risiko terhadap lingkungan dan warga sekitar.

“Kami tidak melarang masyarakat membuka lahan untuk berkebun dan bertani, namun kami menekankan agar dilakukan dengan cara yang aman dan bertanggung jawab. Ingatlah, apa yang kita lakukan berdampak pada hidup dan kehidupan sesama warga. Mari kita jaga bersama,” kata Asman.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel