Buton Tengah, Hibata.id – Kursi Ketua DPRD Kabupaten Buton Tengah (Buteng) kini resmi ditempati Syarifuddin, S.H. Ia mengambil alih posisi tersebut setelah mengikuti pengucapan sumpah/janji Pengganti Antar Waktu (PAW) dalam rapat paripurna DPRD Buton Tengah, Rabu (30/9/2026).
Syarifuddin menggantikan almarhum Sa’al Musrimin Haadi, S.KM. Dalam rapat paripurna yang berlangsung di Aula Rapat Kantor DPRD Buton Tengah itu, Azaluddin juga resmi mengucapkan sumpah/janji sebagai Anggota DPRD Buteng melalui mekanisme PAW.
Pergantian tersebut tidak hanya menandai perubahan komposisi pimpinan DPRD. Di hadapan jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD, Forkopimda, pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan insan pers, Bupati Buton Tengah Azhari langsung menyinggung pekerjaan rumah yang menanti lembaga legislatif dan eksekutif.
Azhari mengatakan momentum PAW harus berlanjut pada penguatan kinerja DPRD dan kesinambungan pemerintahan daerah.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, saya mengucapkan selamat kepada Saudara Syarifuddin, S.H. atas amanah baru sebagai Ketua DPRD, serta Saudara Azaluddin yang kembali bergabung di lembaga dewan,” kata Azhari.
Ia juga menyampaikan penghormatan kepada almarhum Sa’al Musrimin Haadi yang selama menjabat dinilai membangun komunikasi dan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah.
Azhari berharap Syarifuddin dapat melanjutkan hubungan kerja tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara DPRD dan pemerintah daerah.
Bukan sekadar pergantian kursi
Di balik pergantian pimpinan DPRD, Azhari mengingatkan adanya tantangan pembangunan yang harus dihadapi Buton Tengah pada 2027.
Salah satunya berkaitan dengan penyesuaian kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang berpotensi mempersempit ruang fiskal daerah.
Karena itu, menurut Azhari, koordinasi antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi semakin penting agar program pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
Pemkab Buton Tengah pun tengah mendorong sejumlah program strategis masuk ke daerah.
Salah satunya pembangunan Sekolah Rakyat dengan alokasi sekitar Rp200 miliar yang direncanakan mulai dibangun pada 2027.
Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah mendorong program Inpres Jalan Daerah (IJD). Ruas Mawasangka–Batas Muna mendapat alokasi lebih dari Rp27 miliar dan kini memasuki tahap lelang.
Pemerintah juga menyiapkan pembangunan lanjutan ruas Balo Bone–Mawasangka Tengah dan akses jalan Desa Lowu-Lowu.
Tak berhenti di sana, Pemkab Buton Tengah mengusulkan sekitar Rp35 miliar melalui APBN untuk pembangunan jalan bypass. Azhari menyebut usulan tersebut masih dibahas di Komisi V DPR RI.
Dari jalan hingga lobster dan mutiara
Agenda pembangunan Buton Tengah juga diarahkan pada penguatan ekonomi berbasis maritim.
Pemkab mengembangkan program Transmarin serta mendorong budidaya lobster, mutiara, dan kerang Mabe.
Masyarakat di kawasan Kamama dan Tolandona akan diarahkan mendapatkan pembinaan dan alih keterampilan agar dapat mengembangkan usaha kelautan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Pada saat yang sama, DPRD diminta mempercepat pembahasan sejumlah regulasi daerah.
Tiga aturan yang menjadi perhatian pemerintah ialah Perda Larangan Minuman Keras, Perda Perusahaan Daerah (Perusda), dan Perda Pengelolaan Pariwisata.
Azhari mengatakan Perda Larangan Miras dibutuhkan untuk memperkuat upaya pencegahan kriminalitas dan kekerasan yang berkaitan dengan konsumsi alkohol.
Sementara Perda Perusda diarahkan untuk mengoptimalkan aset daerah agar dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah, termasuk melalui pengelolaan Vila Daerah.
Adapun Perda Pengelolaan Pariwisata diharapkan memperkuat tata kelola destinasi sekaligus mengoptimalkan potensi wisata Buton Tengah.
Dengan posisi baru Syarifuddin di pucuk pimpinan DPRD, Azhari berharap hubungan kerja antara legislatif dan eksekutif semakin solid untuk menghadapi agenda pembangunan daerah.
“Tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Sinergi yang harmonis dan konstruktif antara eksekutif dan legislatif adalah kunci utama agar setiap kebijakan yang kita hasilkan benar-benar berpihak pada kesejahteraan masyarakat Buton Tengah,” kata Azhari.












