Buton

Kunjungi SNT Buteng, Bupati Azhari: Buktikan Kalian Bukan Siswa Kaleng-Kaleng

×

Kunjungi SNT Buteng, Bupati Azhari: Buktikan Kalian Bukan Siswa Kaleng-Kaleng

Sebarkan artikel ini
Bupati Buton Tengah (Buteng) Azhari saat mengunjungi SNT Buteng pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) angkatan pertama, Senin, 10 Agustus 2026. (Foto: Humas)
Bupati Buton Tengah (Buteng) Azhari saat mengunjungi SNT Buteng pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) angkatan pertama, Senin, 10 Agustus 2026. (Foto: Humas)

Hibata.id – Bupati Buton Tengah (Buteng) Azhari menantang siswa Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Buteng membuktikan diri sebagai generasi pilihan. Pesan itu disampaikan saat dia mengunjungi SNT Buteng pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) angkatan pertama, Senin, 10 Agustus 2026.

Azhari meminta para siswa memanfaatkan kesempatan belajar di SNT dengan sungguh-sungguh. Menurut dia, para siswa yang diterima di sekolah tersebut telah melewati proses seleksi sehingga memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan prestasi dan karakter unggul.

“Guru di SNT ini bukan kaleng-kaleng dan kalian buktikan juga kalian bukan siswa kaleng-kaleng. Sebab, kalian diseleksi ketat. Maka tunjukkan kalau kalian siswa-siswi pilihan,” ujar Azhari di hadapan para siswa.

Menurut Azhari, kualitas tenaga pendidik dan proses seleksi harus menjadi modal untuk membangun budaya belajar yang kuat. Pendidikan di SNT, kata dia, tidak boleh hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga membentuk kedisiplinan, karakter, kepemimpinan, dan kemampuan bersaing.

Perkuat Visi Buteng sebagai Kota Pendidikan dan Kota Santri

Azhari mengatakan keberadaan SNT sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mendorong Buteng menjadi kota pendidikan dan kota santri.

Baca Juga:  Dr. Azhari Umumkan Beasiswa Pendidikan Tinggi untuk Warga Buton Tengah

Menurut dia, kedua gagasan tersebut saling melengkapi. Pendidikan harus mampu membangun kecerdasan intelektual sekaligus memperkuat iman, ketakwaan, dan akhlak peserta didik.

“Sebenarnya santri juga itu pendidikan yang menekankan pada intelektual, kemudian Imtak dan akhlak. Sementara pendidikan yang kita dorong itu agar bagaimana seluruh warga Buteng memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan,” katanya.

Dia mengatakan pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas sekolah. Pemerintah harus memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang layak dan memiliki kesempatan mengembangkan potensi.

“Jadi pendidikan itu harus melahirkan manusia yang cerdas, berkarakter, beriman dan mampu bersaing. Kita ingin tidak ada lagi anak Buteng yang kehilangan kesempatan untuk sekolah hanya karena keterbatasan,” tegasnya.

SNT Jadi Peluang Besar bagi Pelajar Buteng

Azhari menyebut kehadiran SNT sebagai peluang besar bagi Buteng. Dia mengatakan program sekolah tersebut hanya hadir di sejumlah daerah di Indonesia sehingga keberadaannya perlu dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga:  Prevalensi Stunting di Buton Tengah Turun Jadi 13,2 Persen

“Kita harus menjaga kepercayaan ini. Jangan sampai SNT hanya menjadi nama sekolah, tetapi harus menjadi tempat lahirnya generasi unggul dari Buton Tengah,” ujarnya.

Pemerintah daerah, kata Azhari, juga tengah mendorong agar Sekolah Transformasi Garuda dapat hadir di Buteng. Dia ingin berbagai program pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan anak-anak Buteng mendapatkan pendidikan berkualitas.

“Kita harus buktikan bahwa Buteng juga bisa menjadi sekolah transformasi garuda di Indonesia. Kenapa saya kejar semua pendidikan itu? Supaya Buteng betul-betul melahirkan orang-orang yang berprestasi dan tidak ada lagi orang Buteng yang tidak bersekolah,” katanya.

Bagi siswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi, pemerintah daerah, kata dia, akan membuka akses melalui program Sekolah Rakyat.

“Kalau tidak mampu, akan kita sekolahkan di SR (Sekolah Rakyat). Tidak ada alasan untuk tidak bersekolah lagi,” ujarnya.

Targetkan Lulusan Tembus Sekolah Kedinasan

Azhari juga menargetkan SNT Buteng tidak hanya melahirkan siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu mengantarkan lulusannya ke perguruan tinggi dan sekolah kedinasan bergengsi di tingkat nasional.

Baca Juga:  Dukung Kota Santri, Bupati Buton Tengah Bagikan Seragam untuk Majelis Taklim

Dia bahkan menantang Kepala SNT Buteng, Jodi, membuktikan kualitas pendidikan melalui capaian siswa angkatan pertama.

“Saya menantang Pak Jodi untuk bisa melahirkan generasi SNT Buteng pertama ini yang kira-kira bisa masuk juga di sekolah kedinasan seperti Unhan, STAN, Perpajakan, STPDN dan lain sebagainya,” kata Azhari.

Menurut dia, target tersebut realistis. Azhari mencontohkan dua alumni SMA Mawasangka yang berhasil lolos ke Universitas Pertahanan (Unhan) pada 2026.

Capaian itu, menurut Azhari, membuktikan pelajar Buteng memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional apabila mendapat pembinaan, akses pendidikan, dan lingkungan belajar yang tepat.

Dia berharap SNT menjadi titik awal lahirnya generasi baru Buteng yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan daya saing nasional.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel