Hibata.id, Asahan – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, SE., M.Si, menegaskan pentingnya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan melalui perencanaan berbasis data dalam kegiatan advokasi SPM Pendidikan dan Rapor Pendidikan yang digelar pada Selasa (15/4).
Informasi mengenai kegiatan tersebut disampaikan melalui akun Facebook resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan pada hari yang sama.
Dalam keterangannya, Dinas Pendidikan Asahan menyebut advokasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong pemerintah daerah menyusun perencanaan dan penganggaran pendidikan secara lebih tepat sasaran.
Musa Al Bakri menjelaskan bahwa Rapor Pendidikan dan SPM menjadi instrumen penting untuk memotret kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan peningkatan mutu pendidikan.
“Melalui Rapor Pendidikan dan SPM, pemerintah daerah dapat melihat kondisi layanan pendidikan secara utuh. Data tersebut menjadi landasan untuk menyusun perencanaan yang lebih terarah,” demikian kutipan pernyataan yang disampaikan melalui unggahan resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan.
Dinas Pendidikan Asahan juga menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang merata dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Selain itu, seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan diajak untuk bersama-sama mendukung penguatan layanan pendidikan melalui kebijakan yang terukur dan berbasis data.
“Peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi semua pihak dengan perencanaan yang matang,” demikian imbauan dalam unggahan tersebut.
Advokasi pemenuhan SPM dan pemanfaatan Rapor Pendidikan merupakan bagian dari upaya penguatan layanan pendidikan dasar agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Struktur ini diharapkan mampu membantu daerah dalam mengidentifikasi kebutuhan pendidikan secara lebih akurat, sehingga intervensi kebijakan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.













