Hibata.id, Asahan – Wakil Bupati Asahan Rianto menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Buku 2025 PT Bank Sumut (Perseroda) yang digelar di Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18, Medan, Senin (6/4/2026).
Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja perusahaan sekaligus strategi penguatan modal inti Bank Sumut untuk naik ke kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.
RUPS dihadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, para kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara, jajaran komisaris dan direksi PT Bank Sumut, organisasi perangkat daerah terkait dari Pemerintah Provinsi Sumut dan pemerintah kabupaten/kota, Kepala Cabang Bank Sumut Asahan, serta Pelaksana Tugas Kepala BPKAD Kabupaten Asahan.
Wakil Bupati Asahan Rianto menegaskan Pemerintah Kabupaten Asahan mendukung langkah penguatan Bank Sumut sebagai bank pembangunan daerah yang berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Pemerintah Kabupaten Asahan berharap Bank Sumut terus memperkuat permodalan, meningkatkan kualitas layanan, dan menghadirkan inovasi produk perbankan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha,” kata Rianto.
Ia menilai keberadaan Bank Sumut memiliki kontribusi penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat di Kabupaten Asahan.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan seluruh pemegang saham berkomitmen mendorong Bank Sumut naik kelas ke kategori KBMI 2 guna memperkuat daya saing perusahaan di sektor perbankan nasional.
Menurut Bobby, posisi modal inti Bank Sumut saat ini telah mencapai sekitar Rp5,2 triliun, namun masih membutuhkan tambahan sekitar Rp800 miliar untuk memenuhi persyaratan masuk kategori KBMI 2.
“Seluruh pemegang saham telah menyepakati penyetoran kembali sebagian dividen tahun buku 2025 sebagai tambahan modal pada tahun 2026,” ujarnya.
Bobby juga meminta Bank Sumut terus melakukan inovasi agar tidak hanya bergantung pada sektor APBD dan aparatur sipil negara, tetapi mampu memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat umum dan dunia usaha.
“Bank Sumut harus tumbuh sebagai lembaga keuangan yang kompetitif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan industri perbankan ke depan,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan rapat, pelaksanaan RUPS, penyampaian arahan Gubernur Sumatera Utara, hingga pembahasan agenda strategis perusahaan.
Kegiatan berlangsung tertib dan berakhir sekitar pukul 17.30 WIB.
Kenaikan status Bank Sumut ke KBMI 2 dinilai akan membuka ruang ekspansi bisnis yang lebih luas sekaligus meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap pembangunan ekonomi di Sumatera Utara.













