Hibata.id, Gorontalo – Pemerintah Kabupaten Gorontalo memperkuat keberadaan Forum Anak hingga tingkat kecamatan dan desa sebagai bagian dari upaya mencegah perkawinan anak serta memperluas ruang partisipasi generasi muda.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengatakan penguatan Forum Anak menjadi penting setelah data Pengadilan Agama Limboto mencatat sedikitnya 104 permohonan dispensasi perkawinan anak di Kabupaten Gorontalo.
“Forum Anak harus menjadi ruang yang aman bagi anak untuk berdiskusi, menyampaikan persoalan, serta berani melaporkan apabila menemukan diskriminasi maupun perkawinan anak di lingkungan sekitar,” kata Sofyan.
Hal itu disampaikan Sofyan saat menghadiri Temu Forum Anak For Hulondalo di Resto Pentadio Resort, Kecamatan Telaga Biru, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan bertema “Bergerak Melawan Diskriminasi dan Pencegahan Perkawinan Anak” tersebut menjadi ruang bagi anak dan remaja untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat peran mereka sebagai Pelopor dan Pelapor (2P).
Menurut Sofyan, jumlah permohonan dispensasi perkawinan anak perlu menjadi perhatian bersama. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi pencapaian indikator pembangunan daerah.
Karena itu, ia meminta para camat memperkuat sekaligus mendorong pembentukan struktur Forum Anak hingga tingkat desa agar edukasi dan pencegahan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Pemerintah daerah juga akan menyinergikan keberadaan Forum Anak dengan pelayanan Posyandu melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta program Bina Keluarga Balita (BKB).
Sofyan mengatakan pola kolaborasi tersebut dapat memanfaatkan program dan kelembagaan yang telah tersedia sehingga penguatan Forum Anak tidak harus bergantung pada pembentukan anggaran baru.
Upaya tersebut turut mendapat dukungan dari Dinas PMD dan Pemberdayaan Perempuan Provinsi Gorontalo, Polres Limboto, Pengadilan Agama, serta Tim Penggerak PKK.
Selain memperluas kelembagaan, Sofyan meminta kegiatan Forum Anak tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Forum itu harus berfungsi sebagai wadah pemerintah untuk mendengar, menerima, dan menindaklanjuti aspirasi anak.
Ia juga berharap Temu Forum Anak For Hulondalo yang digelar setiap tanggal 23 dapat dikemas dengan konsep yang lebih santai dan tidak terlalu formal.
Menurutnya, suasana terbuka dapat membuat anak lebih leluasa menyampaikan gagasan, berdiskusi, serta membicarakan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap keterlibatan anak sejak tingkat kecamatan hingga desa dapat memperkuat pencegahan diskriminasi dan perkawinan anak sejak dini.
Forum Anak juga diarahkan menjadi jembatan komunikasi antara generasi muda dan pemerintah sehingga aspirasi mereka dapat menjadi bagian dalam penyusunan program maupun kebijakan pembangunan daerah yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan anak.














