Hibata.id, Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengambil langkah tegas dengan membatasi penggunaan handphone (HP) di kalangan pelajar guna menekan dampak negatif internet terhadap anak dan remaja.
Kebijakan itu disampaikan Adhan saat menghadiri pelantikan pengurus ORARI Lokal Kabupaten Boalemo dan Gorontalo Utara di Bandhayo Lo Yiladia, Senin (5/5).
Dalam sambutannya, Adhan menyoroti maraknya persoalan sosial yang menyeret remaja.
Mulai dari pelecehan seksual hingga kasus bunuh diri yang dipicu pengaruh konten digital.
Ia mengaku, telah meminta Dinas Pendidikan segera menerbitkan instruksi pembatasan penggunaan HP bagi siswa di sekolah.
“Penggunaan HP ini sangat rawan. Anak-anak sangat mudah mengakses hal-hal yang tidak semestinya,” ujar Adhan.
Selain pembatasan HP, Adhan meminta orang tua lebih aktif mengawasi penggunaan teknologi di rumah.
Sebagai alternatif, Ketua ORARI Daerah Provinsi Gorontalo itu mendorong remaja kembali memanfaatkan radio komunikasi atau handy talky (HT) sebagai sarana komunikasi yang dinilai lebih aman dan edukatif.
Menurut dia, keterlibatan ORARI penting untuk mengarahkan generasi muda pada aktivitas positif serta membangun karakter anak di tengah derasnya arus digital.













