Kabar

Cuma dari Sampah, PLN Nusantara Power Gorontalo Raih Gold InTechSEA 2026

×

Cuma dari Sampah, PLN Nusantara Power Gorontalo Raih Gold InTechSEA 2026

Sebarkan artikel ini
PLN Nusantara Power UP Gorontalo meraih Gold Award InTechSEA 2026 melalui program Sampah Jadi Berkah/Hibata.id
PLN Nusantara Power UP Gorontalo meraih Gold Award InTechSEA 2026 melalui program Sampah Jadi Berkah/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo meraih Gold Award InTechSEA 2026 melalui program Sampah Jadi Berkah yang mengembangkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Gorontalo.

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (InTechSEA) Awards 2026 di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (14/9/2026).

Program Sampah Jadi Berkah meraih penghargaan pada kategori CSR dan Pemberdayaan Masyarakat bidang Ekonomi Inklusif.

Program yang berjalan di Kelurahan Dulomo Selatan itu mengajak warga memilah sampah dan mengubahnya menjadi sumber manfaat ekonomi.

Sampah yang terkumpul melalui bank sampah dapat ditukar dengan kebutuhan rumah tangga, seperti token listrik, pulsa, dan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Baca Juga:  GKK 2026 Tinggal Sehari, Sultan Kalupe Pastikan Persiapan Capai 90 Persen

Assistant Manager Business Support PLN Nusantara Power UP Gorontalo Reynold Gobel mengatakan pendekatan tersebut bertujuan membuat masyarakat melihat sampah dari sisi yang berbeda.

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi,” ujar Reynold.

Pengelolaan sampah kemudian dikembangkan menjadi dua kegiatan. Sampah plastik dicacah dan dicetak menjadi produk seperti papan plastik, meja, kursi, dan tatakan gelas.

Sementara sampah organik dimanfaatkan untuk budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Hasilnya digunakan sebagai pakan ternak, sedangkan kasgot atau residu budidaya dimanfaatkan sebagai pupuk.

Dampaknya mulai terlihat dari keterlibatan masyarakat. Data dalam risalah program InTechSEA mencatat 52 keluarga menjadi nasabah aktif tabungan sampah, sementara 13 warga mendapat pekerjaan melalui unit usaha dan operasional bank sampah.

Baca Juga:  Yura Yunita Pikat Pengunjung HARFEST 2026, Belanja UMKM Makin Asyik

Program tersebut juga melibatkan sekitar 1.750 relawan lingkungan dalam kegiatan kebersihan di 16 lokasi intervensi.

Tidak berhenti pada pengelolaan sampah, sebagian keuntungan dari unit usaha daur ulang juga digunakan untuk mendukung operasional Majelis Qur’an gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Manager PLN Nusantara Power UP Gorontalo Yan Suprayogi mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk menjaga keberlanjutan program bersama masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana program ini terus memberikan manfaat, tumbuh menjadi usaha yang mandiri, dan pada akhirnya dapat dikelola masyarakat secara berkelanjutan,” kata Yan.

Program Sampah Jadi Berkah dikembangkan PLN Nusantara Power UP Gorontalo bersama Tanggidaa Group, FEM IPB, pemerintah daerah, komunitas, dan relawan lingkungan.

Baca Juga:  HARFEST 2026 Jadi Etalase, 75 UMKM Kuliner Gorontalo Unjuk Rasa

Pengembangannya dilakukan bertahap. Pada 2023–2024, kegiatan dimulai dengan pemetaan sosial dan edukasi pemilahan sampah. Tahun 2025, program masuk tahap pengadaan mesin produksi dan pembangunan bengkel kerja.

Pada 2026, pengelola mengembangkan budidaya maggot BSF serta jejaring pakan ternak.

Ke depan, pengelola mengarahkan program pada penguatan kelembagaan dan kemandirian finansial. Usaha pengolahan plastik dan maggot diharapkan dapat memenuhi kebutuhan operasional kelompok dari hasil usaha sendiri.

Dengan pola tersebut, Sampah Jadi Berkah dikembangkan bukan hanya sebagai kegiatan pengelolaan sampah, tetapi sebagai usaha berbasis masyarakat yang menghubungkan pengelolaan lingkungan dengan kegiatan ekonomi.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel