Hibata.id, Jakarta – Nama Wisnu Hani Putranto ikut menjadi pembahasan setelah dirinya dicopot dari jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cibinong oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Sorotan itu muncul setelah Ombudsman RI menemukan hunian dengan fasilitas mewah di area Lapas Cibinong.
Perhatian publik kemudian kembali tertuju kepada Wisnu saat ia hadir dalam rapat Komisi XIII DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Di tengah sorotan terhadap dirinya, laporan harta kekayaan Wisnu juga menjadi perhatian.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025, Wisnu tercatat memiliki total harta sebesar Rp3,189 miliar.
Menariknya, dari seluruh harta tersebut, aset kendaraan hanya menyumbang Rp380 juta.
Ada dua mobil yang tercatat dalam laporan tersebut. Salah satunya merupakan kendaraan produksi 1995 dengan nilai Rp30 juta.
Namun, LHKPN tidak mencantumkan merek maupun model mobil tersebut.
Mobil lainnya jauh lebih bernilai.
Toyota Hilux produksi 2023 tercatat memiliki nilai Rp350 juta, sekaligus menjadi kendaraan dengan nilai paling tinggi dalam daftar harta Wisnu.
Dua mobil dalam LHKPN itu jika digabungkan bernilai Rp380 juta.
Dengan total harta Rp3,189 miliar, nilai seluruh kendaraan tersebut setara sekitar 12 persen dari kekayaan Wisnu yang dilaporkan.
Sementara sebagian besar hartanya justru berada pada aset tanah dan bangunan.
LHKPN mencatat aset properti Wisnu mencapai sekitar Rp2,729 miliar. Tanah dan bangunan tersebut tersebar di Jakarta Selatan, Depok, dan Semarang.
Komposisi itu membuat kendaraan bukan menjadi aset terbesar yang dilaporkan Wisnu.
Nilai properti jauh lebih dominan dibandingkan dua mobil yang tercantum dalam laporan.
Toyota Hilux menjadi bagian yang cukup mencolok dalam daftar kendaraan Wisnu karena nilainya mencapai Rp350 juta.
Namun, ada satu hal yang perlu digarisbawahi.
LHKPN tidak menjelaskan secara rinci tipe atau varian Toyota Hilux yang dimiliki Wisnu.
Karena itu, kendaraan tersebut tidak bisa secara pasti dikaitkan dengan varian tertentu hanya berdasarkan nilai yang tercantum.
Hilux sendiri hadir dalam beberapa konfigurasi. Di Indonesia, kendaraan ini tersedia dalam pilihan Single Cabin, Extra Cabin, hingga Double Cabin.
Pada varian Double Cabin, kendaraan memiliki dua baris kursi yang memungkinkan kendaraan digunakan untuk membawa penumpang sekaligus barang.
Generasi kedelapan Hilux diperkenalkan secara global pada 2015 dengan konsep “Redefining Toughness”.
Generasi tersebut dikembangkan dengan memadukan ketangguhan, kenyamanan, serta kemampuan menghadapi beragam kondisi jalan.
Pilihan mesin Hilux juga mengalami pembaruan. Pada 2017, Toyota memperkenalkan mesin diesel 2GD-FTV berkapasitas 2.393 cc.
Kemudian pada 2020, Toyota meluncurkan New Hilux facelift dengan salah satu pilihan mesin diesel 2,4 liter yang menghasilkan tenaga hingga 149,6 PS dan torsi maksimum 40,8 kgm.
Untuk produksi 2023, Hilux Double Cabin tersedia dalam sejumlah varian, di antaranya Hilux 2.4 G 4×4 DSL M/T dan Hilux 2.4 V 4×4 DSL A/T.
Meski demikian, tidak ada keterangan dalam LHKPN yang menunjukkan varian mana yang tercatat sebagai kendaraan milik Wisnu.
Jika angka-angka dalam LHKPN tersebut disusun, gambarnya cukup jelas.
Total harta Wisnu tercatat Rp3,189 miliar.
Dari jumlah itu, sekitar Rp2,729 miliar berupa tanah dan bangunan, sedangkan kendaraan tercatat Rp380 juta.
Sisanya berasal dari aset lain yang tercantum dalam laporan.
Untuk kendaraan, Toyota Hilux produksi 2023 menjadi yang paling tinggi nilainya dengan Rp350 juta.
Sementara mobil produksi 1995 hanya tercatat Rp30 juta dan tidak disertai informasi merek maupun model.
Dengan demikian, sorotan terhadap harta Wisnu bukan semata soal Toyota Hilux yang masuk dalam daftar LHKPN, tetapi juga memperlihatkan bahwa sebagian besar nilai kekayaannya yang dilaporkan berada pada sektor tanah dan bangunan.
Laporan tersebut menjadi salah satu data yang tercatat di tengah perhatian publik terhadap Wisnu setelah pencopotannya dari posisi Kalapas Kelas IIA Cibinong.
Adapun soal jenis Toyota Hilux yang dimiliki, LHKPN periode 2025 yang menjadi dasar data dalam pemberitaan ini tidak memberikan rincian lebih jauh mengenai variannya.












