Kabar

Hadiri PENAS XVII Gorontalo, Wamentan Pastikan Bantuan Benih dan Alsintan Gratis

×

Hadiri PENAS XVII Gorontalo, Wamentan Pastikan Bantuan Benih dan Alsintan Gratis

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono menegaskan seluruh bantuan pemerintah untuk sektor pertanian diberikan secara gratis/Hibata.id
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono menegaskan seluruh bantuan pemerintah untuk sektor pertanian diberikan secara gratis/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono menegaskan seluruh bantuan pemerintah untuk sektor pertanian diberikan secara gratis dan tidak boleh dipungut biaya dalam bentuk apa pun.

Penegasan tersebut disampaikan Sudaryono saat menghadiri Temu Sukses Petani, Nelayan, dan Penyuluh se-Indonesia dalam rangkaian Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Aula RACC Universitas Gorontalo, Selasa.

Scroll untuk baca berita

Di hadapan ratusan petani, nelayan, dan penyuluh dari berbagai daerah, Sudaryono meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan praktik pungutan dalam penyaluran bantuan pertanian.

Baca Juga:  Duh, 2.4 Miliar Dana Desa di Bone Bolango Terkuras untuk 1 Bimtek Luar Daerah

“Kalau ada yang meminta uang untuk bantuan benih, bibit, alat dan mesin pertanian, laporkan. Semua bantuan pemerintah gratis dan tidak boleh dipungut biaya. Bantuan harus tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” kata Sudaryono.

Ia menjelaskan pemerintah terus memperkuat berbagai program strategis guna meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Program tersebut meliputi bantuan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan jaringan irigasi, hingga program cetak sawah baru.

Menurut Sudaryono, seluruh dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas petani sebagai pelaku utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Anak Hilang di Makassar Ditemukan di Jambi, Bilqis Kini Pulang Sehat dan Ceria

Dalam sesi dialog yang berlangsung interaktif, para petani dan penyuluh menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebutuhan pupuk, ketersediaan alat pertanian, penguatan infrastruktur irigasi, serta akses pemasaran hasil produksi.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Sudaryono memastikan Kementerian Pertanian terus melakukan perbaikan tata kelola program agar penyaluran bantuan semakin efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Ia juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan praktik pungutan yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah.

“Pengawasan dan transparansi menjadi kunci agar setiap program yang dijalankan negara benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Baca Juga:  Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Pasukan AS

Melalui pelaksanaan PENAS XVII di Gorontalo, pemerintah berharap sinergi antara petani, nelayan, penyuluh, akademisi, dan pemerintah semakin kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat pencapaian target swasembada pangan Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu forum strategis untuk menyerap aspirasi pelaku sektor pertanian sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan pertanian nasional.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel