Kabar

Sultan Kalupe Tanamkan Cinta Budaya Lewat Gorontalo Bercerita 2026

×

Sultan Kalupe Tanamkan Cinta Budaya Lewat Gorontalo Bercerita 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe/Hibata.id
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mendorong generasi muda mengenal dan mencintai budaya daerah sejak dini melalui kreativitas dan kemampuan bercerita.

Pesan itu disampaikan Sultan saat menghadiri Grand Final Gorontalo Bercerita di Atrium Citi Mall, Kota Gorontalo, Minggu (13/9/2026).

Gorontalo Bercerita menjadi bagian dari rangkaian Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 yang memberikan ruang kepada generasi muda untuk menggali sekaligus memperkenalkan budaya, tradisi, sejarah dan potensi pariwisata Gorontalo.

Sultan mengatakan Gorontalo memiliki kekayaan cerita daerah yang perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurut dia, keterlibatan anak-anak menjadi salah satu cara menjaga cerita tentang Gorontalo tetap dikenal di tengah perkembangan zaman.

“Ketika mereka mulai bercerita tentang budaya dan pariwisata Gorontalo, sesungguhnya mereka sedang belajar menjadi bagian dari orang-orang yang memperkenalkan daerahnya,” ujar Sultan.

Baca Juga:  Gubernur Gorontalo Tegaskan Jual-Beli Emas Ilegal Tak Bisa Dibenarkan

Gorontalo Bercerita sebelumnya melewati tahap penyisihan yang diikuti 126 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 peserta berhasil melaju ke babak grand final.

Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan mengikuti sejumlah kategori, antara lain storytelling, baca puisi tingkat sekolah dasar, Mo Karawo Digital, dan fotografi.

Menurut Sultan, beragam kategori itu menunjukkan bahwa pengenalan budaya dan pariwisata tidak hanya dapat dilakukan melalui cerita secara langsung. Generasi muda juga bisa memanfaatkan puisi, fotografi hingga teknologi digital untuk memperkenalkan daerah.

Ia mengaku tertarik dengan kemampuan sejumlah peserta dalam menggali dan menyampaikan cerita tentang Gorontalo yang bahkan belum banyak diketahui masyarakat.

“Kadang ada hal-hal tentang Gorontalo yang belum banyak kita ketahui, tetapi justru ditemukan dan diceritakan oleh anak-anak. Artinya, mereka bisa menjadi jembatan untuk mengenalkan kembali kekayaan daerah kita,” katanya.

Sultan menilai perkembangan teknologi membuka ruang yang semakin luas bagi generasi muda untuk memperkenalkan budaya dan pariwisata Gorontalo.

Baca Juga:  Logo dan Tema Hari Kebangkitan Nasional 2025: Wujudkan Indonesia Kuat

Karena itu, ia mendorong anak-anak dan generasi muda memanfaatkan kreativitas masing-masing untuk menghasilkan karya sekaligus menceritakan daerah melalui berbagai platform.

“Jangan takut untuk berkarya. Anak-anak muda punya cara sendiri dalam bercerita. Kita hanya perlu memberikan ruang dan kesempatan agar kreativitas mereka tumbuh,” ujarnya.

Sultan juga mengapresiasi orang tua, guru dan pendamping yang mendukung peserta sejak tahap penyisihan hingga grand final.

Menurut dia, dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan berperan penting dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal budaya, menumbuhkan kecintaan terhadap daerah, serta memiliki keberanian memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

“Kalau anak-anak kita sudah mengenal budayanya, mencintai daerahnya, lalu mampu menceritakannya dengan baik, kita tidak perlu khawatir tentang siapa yang akan meneruskan cerita Gorontalo. Mereka sendirilah yang akan menjadi penceritanya,” kata Sultan.

Baca Juga:  PPN 12 Persen untuk Uang Elektronik, Bukan Kebijakan Baru

Sultan memandang Gorontalo Bercerita tidak hanya sebagai kompetisi untuk menentukan pemenang. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda sekaligus investasi jangka panjang dalam menjaga kecintaan terhadap budaya daerah.

Ia berharap kegiatan serupa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak muda sehingga promosi budaya dan pariwisata Gorontalo semakin luas.

“Setiap cerita yang disampaikan hari ini adalah bagian dari cerita besar tentang Gorontalo. Mari kita pastikan cerita itu terus hidup, terus diceritakan, dan suatu saat nanti dibawa anak-anak kita ke panggung yang lebih luas,” ujarnya.

Melalui Gorontalo Bercerita, generasi muda tidak hanya tampil menunjukkan kemampuan. Mereka juga mengambil bagian dalam menjaga ingatan tentang budaya, tradisi dan potensi daerah agar terus dikenal lintas generasi.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel