Kabar

Karawo Curi Perhatian Turis Asing, GKK dan Harfest 2026 Tinggalkan Kesan

×

Karawo Curi Perhatian Turis Asing, GKK dan Harfest 2026 Tinggalkan Kesan

Sebarkan artikel ini
Wisatawan asal Maroko, Italia, dan Prancis terpukau Gorontalo Karnaval Karawo 2026. Karawo, budaya, dan keramahan warga menjadi daya tarik/Hibata.id
Wisatawan asal Maroko, Italia, dan Prancis terpukau Gorontalo Karnaval Karawo 2026. Karawo, budaya, dan keramahan warga menjadi daya tarik/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Gelaran Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) dan Hulonthalo Art & Craft Festival (Harfest) 2026 mendapat perhatian wisatawan mancanegara.

Mereka menilai kekayaan budaya, tradisi, dan keramahan masyarakat menjadi daya tarik Gorontalo selain panorama alamnya.

Lima wisatawan mancanegara menyaksikan langsung parade GKK 2026 di Gorontalo, Sabtu (12/9/2026). Mereka adalah Ihsane asal Maroko, Philip dan Anna dari Italia, serta Simon dan Manon asal Prancis.

Warna-warni kostum Karawo, musik, atraksi budaya, dan kreativitas peserta menjadi pengalaman tersendiri bagi kelima wisatawan tersebut.

Mereka juga melihat bagaimana unsur tradisional Gorontalo dikemas dalam pertunjukan karnaval yang melibatkan masyarakat dan pelaku seni.

“Sungguh pengalaman yang luar biasa bisa menyaksikan Karnaval Karawo di Gorontalo. Warna-warni, pakaian tradisional, musik, dan kreativitas yang luar biasa membuat kami merasa benar-benar diterima dan semakin dekat dengan budaya lokal,” ujar mereka.

Baca Juga:  Tali Asih Penambang Pohuwato Berjalan Lambat, Baru 7 Penerima dari 114 Nama

Bagi Ihsane dan empat wisatawan lainnya, GKK dan Harfest 2026 tidak sekadar menghadirkan pertunjukan.

Perhelatan itu memberi kesempatan bagi mereka untuk mengenal lebih dekat tradisi dan identitas budaya masyarakat Gorontalo.

Karawo menjadi salah satu daya tarik utama dalam parade. Sulaman khas Gorontalo tersebut hadir melalui beragam kreasi busana dan kostum peserta.

Kreasi itu memperlihatkan bagaimana warisan tradisional dapat terus berkembang melalui sentuhan kreatif tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Kemeriahan karnaval juga membawa wisatawan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Mereka turut menikmati suasana kota dan mengenal kuliner lokal selama berada di Gorontalo.

Baca Juga:  Menyulam Karawo Sejak 1987, Ramlah Kini Pamer Karya di GKK dan Harfest 2026

Pengalaman tersebut membuat para wisatawan melihat Gorontalo dari sisi yang lebih luas.

Menurut mereka, daya tarik daerah ini tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada kehidupan masyarakat dan kekayaan budayanya.

“Gorontalo bukan hanya tentang alamnya yang indah, tetapi juga tentang masyarakat, tradisi, dan budayanya,” kata mereka.

Kesan selama menyaksikan parade membuat kelima wisatawan itu merekomendasikan Karnaval Karawo sebagai salah satu pengalaman budaya yang layak dinikmati wisatawan saat berkunjung ke Gorontalo.

“Karnaval Karawo adalah sesuatu yang wajib dirasakan setidaknya sekali,” ujar mereka.

Kehadiran wisatawan dari Maroko, Italia, dan Prancis tersebut sekaligus memperlihatkan GKK 2026 sebagai ruang perjumpaan antara budaya lokal dan pengunjung dari berbagai negara.

Baca Juga:  E-Materai Error, Pendaftaran CPNS 2024 Diperpanjang

Melalui perhelatan ini, Karawo tampil bukan hanya sebagai produk kerajinan khas daerah, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya Gorontalo yang diperkenalkan kepada masyarakat luas.

GKK dan Harfest 2026 juga mempertemukan pelaku seni dan budaya, masyarakat, wisatawan, serta sektor ekonomi kreatif.

Pertemuan tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi pengenalan Karawo sekaligus pengembangan wisata berbasis budaya di Gorontalo.

Bagi Ihsane, Philip, Anna, Simon, dan Manon, perjalanan ke Gorontalo akhirnya menghadirkan pengalaman yang melampaui wisata alam.

Mereka menemukan tradisi, kreativitas, serta interaksi masyarakat yang menjadi bagian dari cerita perjalanan mereka di Gorontalo.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel