Hibata.id – Ruang rapat Tinepo, Kantor Bupati Gorontalo Utara, Kamis (22/1/2026), menjadi saksi cerita perkembangan layanan kesehatan daerah.
Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki memaparkan rapor kinerja mereka di hadapan Bupati Thariq Modanggu dan Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusuf.
Data yang disampaikan bukan sekadar deretan angka. Direktur RSUD Zainal Umar Sidiki Mohammad Ardiansyah menggambarkan perjalanan rumah sakit dalam tiga tahun terakhir yang terus bergerak ke arah lebih baik.
Sejak 2023 hingga akhir 2025, mutu pelayanan meningkat secara bertahap. Kunjungan masyarakat bertambah, fasilitas semakin dimanfaatkan, dan sistem pelayanan terus diperbaiki.
“Kami melihat perubahan yang nyata. Grafik kinerja pelayanan terus naik dari tahun ke tahun, baik dari sisi mutu layanan maupun pemanfaatan fasilitas oleh masyarakat,” kata Ardiansyah.
Di balik peningkatan layanan itu, ada ratusan tenaga yang bekerja setiap hari. Saat ini, RSUD Zainal Umar Sidiki didukung 601 pegawai dari berbagai latar belakang.

Mereka terdiri atas aparatur sipil negara, pegawai perjanjian kerja, tenaga profesional BLUD, hingga tenaga pendukung lainnya. Para tenaga kesehatan inilah yang menjaga denyut pelayanan rumah sakit.
Dengan kapasitas 111 tempat tidur, RSUD Zainal Umar Sidiki melayani warga Gorontalo Utara melalui 15 dokter umum, tujuh dokter spesialis dasar, dan 10 dokter spesialis lainnya.
Layanan tersebut diperkuat oleh 173 perawat dan 86 bidan yang setiap hari berada di garis depan pelayanan pasien.
Langkah perbaikan itu juga tercermin dari pengelolaan keuangan rumah sakit.
Ardiansyah menyampaikan bahwa sepanjang tahun berjalan, RSUD Zainal Umar Sidiki membukukan pendapatan sebesar Rp17 miliar.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung operasional rumah sakit sebesar Rp9,6 miliar, serta pembayaran jasa pelayanan sebesar Rp7 miliar.
Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan layanan kesehatan terus berkembang dan hadir lebih dekat bagi masyarakat Gorontalo Utara.












