Kesehatan

Riset BRIN: Beras Warna Jadi Alternatif Sehat untuk Kendalikan Diabetes

×

Riset BRIN: Beras Warna Jadi Alternatif Sehat untuk Kendalikan Diabetes

Sebarkan artikel ini
BRIN Kembangkan Inovasi Beras Warna untuk Pangan Fungsional Kendalikan Diabetes/Hibata.id
BRIN Kembangkan Inovasi Beras Warna untuk Pangan Fungsional Kendalikan Diabetes/Hibata.id

Hibata.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) tengah mengembangkan inovasi pangan fungsional berbasis beras warna (merah dan hitam) untuk membantu pengendalian diabetes yang kasusnya terus meningkat setiap tahun di Indonesia.

Periset PRTPP BRIN, Heni Purwaningsih, menjelaskan tim risetnya melakukan diversifikasi produk makanan berbasis beras warna agar tidak hanya dikonsumsi sebagai nasi, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk pangan modern.

“Beras warna tersebut dapat diolah menjadi bahan campuran untuk mi, biskuit, dan cracker setelah melalui beberapa tahap pengamatan serta pengujian,” ujar Heni saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (13/8).

Baca Juga:  Minyak vs Mentega, Mana yang Lebih Sehat untuk Masakan Sehari-hari?

Ia menambahkan, beras merah dan beras hitam memiliki kandungan serat tinggi serta indeks glikemik rendah sehingga berpotensi besar menjadi solusi pencegahan sekaligus pengelolaan penyakit akibat pola makan tidak seimbang, termasuk diabetes.

Menurut Heni, bahan pangan alternatif yang aman bagi penderita diabetes biasanya relatif mahal dan sulit diperoleh. Karena itu, beras warna dapat menjadi pilihan masyarakat karena harganya lebih terjangkau dan ketersediaannya cukup melimpah di pasar tradisional.

Baca Juga:  Evaluasi Tenaga Medis, RSUD dr. Zainal Umar Sidiki Perkuat Responsivitas Layanan

“Beras warna lokal merupakan pangan fungsional yang bermanfaat secara psikologis, dapat memperkuat daya tahan tubuh, memperlambat proses penuaan, serta mendukung pemulihan tubuh,” jelasnya.

Ia mencontohkan salah satu varietas lokal di Yogyakarta, yakni beras merah Segreng, yang berpotensi menurunkan kadar gula darah.

Hal itu terbukti dari hasil uji coba pada hewan yang menunjukkan penurunan glukosa signifikan pada konsumsi nasi merah hingga 75 persen dosis efektif.

Lebih lanjut, Heni berharap riset yang dilakukan BRIN dapat memotivasi petani lokal untuk meningkatkan produksi beras warna yang saat ini masih terbatas.

Baca Juga:  RSUD dr. Zainal Umar Sidiki Perkuat Penanganan TBC di Gorontalo Utara

Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti harga bahan baku diversifikasi pangan yang relatif mahal dan minimnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat beras warna bagi kesehatan.

“Riset ini tidak hanya bermanfaat bagi penderita diabetes, tetapi juga mendorong petani lokal agar semakin produktif. Edukasi dan inovasi harus berjalan seiring agar pangan fungsional ini dapat diterima luas oleh masyarakat,” tutup Heni.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel