Hibata.id, Kuliner – Aroma rempah yang hangat dan menggoda dipastikan akan menyambut kedatangan peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo pada Juni 2026.
Tidak hanya agenda nasional, ajang ini juga menjadi panggung bagi kekayaan kuliner daerah yang siap memanjakan lidah para tamu dari seluruh Indonesia.
Salah satu sajian yang sulit dilewatkan adalah binthe biluhuta atau milu siram.
Hidangan berbahan dasar jagung manis ini disajikan dengan kuah gurih yang segar, dipadukan dengan ikan tongkol atau udang, kelapa parut, serta racikan rempah pilihan.
Sensasi rasa semakin hidup saat berpadu dengan pedasnya sambal dan sentuhan asam segar dari jeruk nipis, menciptakan harmoni rasa yang menggugah selera sejak suapan pertama.
Selain itu, ayam kampung yiloni hadir sebagai menu yang kaya cita rasa.
Dimasak perlahan dengan santan dan bumbu alami, daging ayam kampung ini terasa lembut dengan kuah kental yang meresap hingga ke dalam.
Aroma rempahnya yang khas menjadikan hidangan ini begitu menggoda untuk dinikmati bersama nasi hangat.
Tak kalah menarik, yilabulo menawarkan pengalaman rasa yang unik.
Makanan tradisional berbahan sagu ini dipadukan dengan jeroan ayam dan bumbu khas, kemudian dibungkus daun pisang dan dibakar hingga matang.
Proses tersebut menghadirkan aroma harum yang khas, dengan tekstur lembut dan rasa gurih yang berbeda dari sajian lainnya.
Kehadiran ragam kuliner ini diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri selama PENAS XVII berlangsung.
Para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan utama, tetapi juga diajak menyelami kekayaan budaya Gorontalo melalui setiap hidangan yang tersaji.
Pemerintah daerah bersama pelaku usaha kuliner terus mendorong promosi makanan khas sebagai bagian dari pengalaman wisata.
Dengan demikian, PENAS XVII 2026 tidak hanya meninggalkan kesan sebagai ajang nasional, tetapi juga sebagai perjalanan rasa yang sulit dilupakan di tanah Gorontalo.













