Sosial

UMKM Street Food Jilid II di Kota Gorontalo Raup Omzet Rp1,8 Miliar

×

UMKM Street Food Jilid II di Kota Gorontalo Raup Omzet Rp1,8 Miliar

Sebarkan artikel ini
Suasana pelaksanaan Street Food di Kota Gorontalo. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)
Suasana pelaksanaan Street Food di Kota Gorontalo. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

Hibata.id — Aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Gorontalo terus menggeliat. Salah satu titik yang mencatat perputaran ekonomi cukup besar adalah kawasan Street Food Jilid II di Jalan Achmad Nadjamuddin.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Nuryanto, mengatakan kawasan tersebut telah memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Sejak dibuka, omzet yang dihasilkan para pelaku UMKM di kawasan itu disebut telah mencapai sekitar Rp1,8 miliar.

Hal tersebut disampaikan Nuryanto saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) di LLK UKM Kota Gorontalo, Selasa, 11 Agustus 2026.

Baca Juga:  Keunggulan Ikan Tuna Gorontalo, Rasa dan Kualitas yang Tiada Duanya

“Street Food yang di eks Jalan Raden Saleh itu sejak dibuka sampai dengan saat ini sudah menghasilkan omzet sekitar Rp1,8 miliar,” kata Nuryanto.

Menurut dia, angka tersebut menunjukkan adanya perputaran uang yang cukup besar melalui aktivitas UMKM. Keberadaan kawasan kuliner juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis sekaligus memperluas pasar.

Pemerintah Kota Gorontalo, kata Nuryanto, terus mendorong keterlibatan UMKM dalam berbagai sektor. Salah satu caranya dengan menyediakan ruang usaha di lokasi yang menjadi pusat keramaian masyarakat.

Baca Juga:  Gibran Abdila Taha, Siswa SD Juara Student Speech Competition 2024

Nuryanto bahkan mengajak jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara-Gorontalo (SulutGo) melihat langsung aktivitas para pelaku UMKM di kawasan Street Food.

“Nanti kalau Pak Kepala sempat malam-malam jalan-jalan di Street Food, itu banyak sekali UMKM yang melakukan kegiatannya, Pak,” ujarnya.

Ia mengatakan geliat UMKM tersebut juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Gorontalo. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo disebut aktif melakukan pendampingan terhadap para pelaku usaha di lapangan.

Menurut Nuryanto, pendampingan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.

Baca Juga:  Bupati Azhari Beberkan Langkah Berani Dongkrak SDM Buton Tengah, Apa Saja?

Namun, penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan menyediakan ruang usaha. Literasi dan inklusi keuangan juga perlu ditingkatkan agar pelaku usaha mampu mengelola arus keuangan secara sehat dan mengambil keputusan bisnis dengan lebih baik.

Nuryanto berharap dukungan terhadap UMKM terus diperluas sehingga pertumbuhan usaha tidak hanya terlihat dari omzet, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan bisnis para pelaku usaha.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel