Hibata.id, Gorontalo – Suasana Gorontalo semakin hidup menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII.
Peserta dari berbagai provinsi mulai berdatangan untuk mengikuti ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, hingga pelaku usaha sektor pangan dan perikanan.
Kehadiran ribuan tamu dari seluruh Indonesia tidak hanya membawa semangat bagi pelaksanaan PENAS XVII.
Tetapi juga membuka peluang kunjungan besar bagi sektor pariwisata daerah.
Di antara banyak destinasi yang dimiliki Gorontalo, ada satu lokasi yang hampir selalu masuk daftar rekomendasi wisatawan.
Ya, namanaya Taman Laut Olele, surga bawah laut yang berada di Kabupaten Bone Bolango.
Bagi peserta PENAS XVII yang ingin memanfaatkan waktu luang untuk menikmati keindahan bahari Gorontalo, Taman Laut Olele menjadi destinasi yang sayang untuk dilewatkan.
Nama Olele mungkin terdengar sederhana. Namun siapa sangka, desa kecil yang berada di pesisir Teluk Tomini ini menyimpan salah satu kekayaan bawah laut terbaik di Indonesia Timur.
Desa Olele terletak di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Gorontalo.
Akses menuju lokasi cukup mudah karena dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Perjalanan menuju Olele juga menawarkan pengalaman tersendiri. Hamparan laut biru yang membentang di sisi jalan seolah menjadi pembuka sebelum wisatawan menyaksikan keindahan yang sesungguhnya di bawah permukaan air.
Setibanya di gerbang bertuliskan “Selamat Datang di Objek Wisata Bahari Taman Laut Olele”, pengunjung hanya perlu menempuh jarak beberapa ratus meter untuk tiba di kawasan wisata.
Begitu berada di bibir pantai Olele, kejernihan air laut langsung menyita perhatian.
Dari atas permukaan saja, wisatawan sudah dapat melihat gugusan terumbu karang dan lalu-lalang ikan berwarna-warni.
Bagi pecinta snorkeling dan diving, Olele menawarkan pengalaman yang sulit dilupakan.
Pengunjung dapat menyewa perahu, perlengkapan snorkeling, hingga jasa pemandu lokal dengan tarif yang relatif terjangkau.
Dengan biaya sekitar Rp250 ribu, wisatawan sudah dapat menikmati petualangan menjelajahi taman laut yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo.
Namun keindahan Olele tidak hanya dinikmati oleh penyelam. Wisatawan yang tidak ingin basah tetap bisa melihat panorama bawah laut menggunakan perahu kaca.
Dari atas perahu, berbagai jenis ikan tropis dan terumbu karang dapat terlihat jelas, seolah berada di dalam akuarium raksasa alami.
Salvador Dali
Jika ada satu alasan mengapa nama Olele dikenal hingga mancanegara, jawabannya adalah Salvador Dali Sponge Coral.
Karang langka ini menjadi ikon Taman Laut Olele dan merupakan salah satu objek bawah laut yang paling banyak dicari para penyelam.
Bentuknya yang unik menyerupai karya seni abstrak membuat sponge coral tersebut diberi nama Salvador Dali, mengikuti nama pelukis ternama dunia.
Keberadaan karang ini menjadi daya tarik utama yang membedakan Olele dari banyak destinasi wisata bahari lainnya di Indonesia.
Selain Salvador Dali, kawasan bawah laut Olele juga dihuni berbagai jenis ikan tropis khas Sulawesi, hamparan terumbu karang berwarna-warni, serta ekosistem laut yang masih terjaga dengan baik.
Tidak berlebihan jika banyak penyelam menyebut Olele sebagai salah satu surga bawah laut yang tersembunyi di kawasan Teluk Tomini.
Oleh-Oleh Terbaik dari PENAS XVII
PENAS XVII menjadi momentum tepat untuk memperkenalkan potensi wisata Gorontalo kepada tamu dari seluruh Indonesia.
Setelah mengikuti berbagai agenda nasional, peserta dapat membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman kegiatan.
Mereka juga dapat membawa cerita tentang laut yang jernih, karang langka Salvador Dali, keramahan masyarakat pesisir, dan pesona Taman Laut Olele yang sulit ditemukan di tempat lain.
Karena ketika berbicara tentang wisata Gorontalo, Olele bukan sekadar destinasi. Olele adalah alasan mengapa banyak orang ingin kembali lagi ke Serambi Madinah.













