Kuliner

Sedang Musim, Perkedel Nike Bisa Jadi Kuliner Favorit Peserta PENAS XVII

×

Sedang Musim, Perkedel Nike Bisa Jadi Kuliner Favorit Peserta PENAS XVII

Sebarkan artikel ini
Perkedel Nike Bisa Jadi Kuliner Favorit Peserta PENAS XVII/Hibata.id
Perkedel Nike Bisa Jadi Kuliner Favorit Peserta PENAS XVII/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Ribuan peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang mulai berdatangan ke Provinsi Gorontalo yang disambut rangkaian kegiatan nasional.

Tetapi kedatangan peserta juga diminta mencicipi kekayaan kuliner lokal yang menjadi identitas daerah Tanah Serambi Medinah.

Scroll untuk baca berita

Di antara beragam sajian khas yang tersedia, perkedel nike menjadi salah satu kuliner yang paling menarik untuk dicicipi saat ini.

Alasannya sederhana, hidangan tersebut hanya mudah ditemukan ketika musim ikan nike sedang berlangsung, seperti yang terjadi saat pelaksanaan PENAS XVII.

Bagi banyak wisatawan, momentum ini menjadi kesempatan langka menikmati makanan khas Gorontalo yang tidak selalu tersedia sepanjang tahun.

Perkedel nike merupakan olahan tradisional berbahan dasar ikan nike, sejenis ikan kecil yang hidup di perairan Gorontalo dan terkenal karena kemunculannya yang musiman serta misterius.

Masyarakat setempat mengolah ikan tersebut dengan campuran tepung sagu, bawang merah, bawang putih, dan telur, lalu menggorengnya hingga renyah keemasan.

Hasilnya adalah perpaduan rasa gurih, aroma laut yang khas, dan tekstur lembut yang membuat kuliner ini sulit dilupakan.

Baca Juga:  Rahasia di Balik Lezatnya Swir Cakalang Khas Pesisir Gorontalo

“Ikan nike hanya muncul pada musim tertentu, jadi tidak setiap saat kita bisa menikmati perkedel nike. Kalau musimnya tiba, hampir semua rumah makan khas Gorontalo menyediakannya,” kata Safitri, pengunjung asal Kendari yang sedang berada di Gorontalo.

Berbeda dari perkedel pada umumnya yang menggunakan kentang atau daging cincang sebagai bahan utama, perkedel nike menghadirkan cita rasa laut yang kuat.

Keunikan itulah yang membuatnya menjadi salah satu kuliner favorit wisatawan yang berkunjung ke Gorontalo.

Gorontalo yang berbatasan langsung dengan Teluk Tomini memang dikenal memiliki kekayaan hasil laut yang melimpah.

Dari kekayaan alam tersebut lahir beragam kuliner tradisional yang hingga kini tetap bertahan dan menjadi daya tarik wisata.

Perkedel nike menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat lokal mampu mengolah hasil laut menjadi sajian bernilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

Bagi peserta PENAS XVII, mencicipi perkedel nike bukan sekadar menikmati makanan, tetapi juga mengenal lebih dekat tradisi masyarakat pesisir Gorontalo yang telah berlangsung turun-temurun.

Baca Juga:  Resep Tumis Kangkung Terasi, Menu Rumahan Favorit Indonesia

Di balik kelezatan perkedel nike, terdapat kisah unik tentang ikan yang menjadi bahan utamanya.

Ikan nike dikenal sebagai kelompok ikan kecil (schooling fish) dengan nama ilmiah Awaous melanocephalus.

Ukurannya hanya sekitar 2 hingga 5 sentimeter, namun kemunculannya selalu menarik perhatian masyarakat dan nelayan.

Ikan ini biasanya muncul secara bergerombol dalam jumlah sangat besar pada periode bulan perbani akhir menjelang malam hari.

Jutaan ikan kecil tersebut dapat memenuhi perairan pesisir, terutama di kawasan pantai yang berdekatan dengan muara sungai.

Fenomena itu menjadikan nike sebagai salah satu kekayaan hayati unik yang hanya dimiliki beberapa wilayah di Indonesia, dengan Gorontalo sebagai daerah yang paling dikenal karena kemunculannya.

Rino, nelayan di pesisir Teluk Tomini, mengatakan masyarakat setempat masih menyimpan berbagai cerita rakyat mengenai asal-usul ikan nike.

“Menurut cerita orang tua dulu, ikan ini berasal dari gumpalan berwarna merah yang hanyut mengikuti aliran sungai hingga ke laut. Setelah beberapa waktu, gumpalan itu pecah dan muncul ikan-ikan kecil yang kemudian disebut nike,” ujarnya.

Baca Juga:  Renyah dan Manis, Kue Dumalo Siap Menjadi Primadona Oleh-Oleh Gorontalo

Meski cerita tersebut belum terbukti secara ilmiah, kemunculan ikan nike yang berpindah-pindah lokasi setiap musim masih menjadi fenomena yang menarik perhatian masyarakat hingga saat ini.

“Saat bulan perbani akhir menjelang malam, biasanya ikan nike mulai muncul. Nelayan kemudian menangkapnya untuk dijual ke pengepul maupun pasar,” kata Rino.

Pelaksanaan PENAS XVII menjadi momentum yang tepat bagi para tamu dari berbagai daerah untuk mengenal lebih dekat kekayaan kuliner Gorontalo.

Jika berkunjung ke daerah ini saat musim nike berlangsung, perkedel nike layak masuk dalam daftar makanan yang wajib dicoba.

Selain menghadirkan rasa yang khas, kuliner tersebut juga menyimpan cerita tentang kehidupan masyarakat pesisir, tradisi lokal, dan kekayaan perairan Teluk Tomini yang menjadi kebanggaan Gorontalo.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel