Kota Gorontalo

Adhan Dambea: Camat dan Lurah Jangan Biarkan Ada Warga yang Kelaparan

×

Adhan Dambea: Camat dan Lurah Jangan Biarkan Ada Warga yang Kelaparan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea-Indra Gobel saat mengikuti sidang paripurna serah terima jabatan yang digelar di Gedung DPRD Kota Gorontalo, Senin (3/3/2025). (Foto: Humas pemkot Gorontalo)
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea-Indra Gobel saat mengikuti sidang paripurna serah terima jabatan yang digelar di Gedung DPRD Kota Gorontalo, Senin (3/3/2025). (Foto: Humas pemkot Gorontalo)

Hibata.id – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan berbagai hal penting dalam sambutannya pada sidang paripurna serah terima jabatan dan pengambilan sumpah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo periode 2025-2030, yang berlangsung di Kantor DPRD Kota Gorontalo, Senin (03/03/2025).

Salah satu instruksi penting yang disampaikan Adhan adalah agar seluruh camat dan lurah di Kota Gorontalo memastikan tidak ada warganya yang kelaparan.

Baca Juga:  Kelurahan Moodu Wakili Gorontalo di Penilaian Nasional, Adhan Dambea Bidik Prestasi Terbaik

“Saya ingatkan kepada camat dan lurah, jangan ada warga yang kelaparan. Jangan ada yang sakit. Kalau ada yang lapar atau sakit, segera layani,” tegas Adhan dengan nada serius.

Adhan juga meminta agar camat dan lurah bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, dia mengingatkan agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) mendengarkan kebutuhan warga dan memberikan pelayanan yang terbaik.

Baca Juga:  Korban Kebakaran di Leato Selatan Terima Bantuan Kebutuhan Mendesak

“Ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Jangan hanya menuntut hak, namun tidak bekerja maksimal,” ujar Adhan, menekankan pentingnya etos kerja yang tinggi.

Baca Juga:  Adhan Kritik Penyaluran Bantuan UMKM, Singgung Dugaan Intervensi Aleg

Lebih lanjut, Adhan menegaskan bahwa dirinya akan memberi contoh kepada ASN dalam hal melayani masyarakat. Dia berkomitmen untuk melayani warga tanpa mengenal hari kerja, dengan jadwal yang telah disusun.

“Saya akan bekerja tujuh hari seminggu. Lima hari di kantor Wali Kota, dua hari di AD Center,” tambahnya.