Kesehatan

Cara Sikat Gigi yang Salah Picu Gigi Sensitif, Ini Saran Dokter

×

Cara Sikat Gigi yang Salah Picu Gigi Sensitif, Ini Saran Dokter

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Sikat gigi yang benar. Foto: fkg.ugm.ac.id/Hibata.id
Ilustrasi Sikat gigi yang benar. Foto: fkg.ugm.ac.id/Hibata.id

Hibata.id – Kebiasaan sederhana seperti cara menyikat gigi ternyata dapat memicu gigi sensitif. Dokter gigi mengingatkan bahwa teknik menyikat yang salah bisa melukai gusi, mengikis enamel, hingga menimbulkan rasa ngilu saat terkena udara dingin.

Dokter gigi spesialis konservasi gigi, Dr. drg. Eko Fibryanto, Sp.KG, Subsp. KE(K), menjelaskan bahwa penyebab utama gigi sensitif sering kali berasal dari kebiasaan sehari-hari yang tidak disadari.

“Cara menyikat gigi yang tidak tepat bisa membuat permukaan gigi menjadi kasar dan menyebabkan gusi terluka,” ujar Eko saat ditemui di Jakarta, Kamis (24/7).

Lebih lanjut, ia menyebut resesi gusi—yakni kondisi gusi yang turun—juga dapat memperlihatkan bagian dentin, sehingga gigi menjadi sensitif bahkan terhadap udara dari pendingin ruangan (AC).

Selain teknik menyikat, karang gigi yang tidak dibersihkan turut memperburuk kesehatan mulut. “Jika dibiarkan, gusi akan mudah berdarah, gigi jadi goyang, bahkan bisa menimbulkan bau mulut,” tambah Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Jakarta Barat tersebut.

Baca Juga:  Beberapa Manfaat Infus Water Lemo Untuk Kesehatan Anda

Eko juga menyarankan agar menyikat gigi tidak perlu menunggu terlalu lama setelah makan. Berdasarkan riset yang ia lakukan, menyikat gigi lima menit setelah makan sudah cukup efektif.

“pH mulut yang asam bisa langsung dinetralkan oleh pasta gigi dengan kandungan optimized fluoride. Tidak perlu menunggu 30 atau 60 menit,” jelasnya.

Menurutnya, gigi sensitif disebabkan oleh menipisnya enamel atau terbukanya akar akibat menyusutnya gusi. Aktivitas seperti mengonsumsi makanan asam dan menyikat gigi terlalu keras menjadi pemicu utama.

“Gunakan gerakan memutar yang lembut saat menyikat. Jangan ditekan. Pilih juga jenis sikat gigi yang sesuai, apakah soft, medium, atau hard, tergantung kebutuhan masing-masing,” paparnya.

Baca Juga:  Jangan Abaikan, Tips untuk Penderita DBD

Eko menyarankan masyarakat untuk memeriksakan gigi setiap enam bulan sekali, serta menjaga kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur.

“Pilih pasta gigi yang mengandung fluoride dan potassium nitrat. Fluoride mencegah gigi berlubang, sedangkan potassium nitrat menenangkan saraf gigi yang sensitif,” imbuhnya.

Dua kandungan ini terbukti efektif mencegah dua masalah umum gigi, yakni gigi berlubang dan sensitif. Eko menekankan pentingnya perawatan rutin agar tidak terlambat.

“Kalau sudah sakit gigi, malam pun gelisah. Katanya, sakit gigi lebih parah dari sakit hati,” canda Eko sambil tersenyum.

Testimoni Selebriti (Pendukung Human Interest):

Aktris dan penyanyi Prilly Latuconsina turut membagikan pengalamannya terkait gigi sensitif dalam peluncuran produk Sensodyne Cegah Gigi Berlubang & Sensitif di Jakarta.

“Sakit gigi itu mengganggu banget, apalagi saya kerja setiap hari dan bertemu banyak orang. Mood bisa langsung turun, kerjaan jadi terganggu,” kata Prilly.

Baca Juga:  Tips Sehat Agar Terhindari dari Peyakit Diabetes

Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan gigi untuk menunjang penampilan dan kepercayaan diri.

“Jangan lupa sikat gigi dua kali sehari dan rutin periksa ke dokter gigi setiap enam bulan. Jangan tunggu sampai sakit,” tutup Prilly.

Latar Belakang dan Edukasi Tambahan:

Data dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen masyarakat Indonesia mengalami gejala gigi sensitif. Namun, sebagian besar tidak menyadari penyebabnya berasal dari pola perawatan gigi yang kurang tepat.

Edukasi mengenai teknik menyikat gigi yang benar serta pemilihan produk perawatan mulut yang sesuai menjadi langkah awal untuk mencegah gangguan kesehatan mulut.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel