Kabar

Kawasan Non Tunai di Gorontalo Utara Bikin Transaksi Lebih Cepat

×

Kawasan Non Tunai di Gorontalo Utara Bikin Transaksi Lebih Cepat

Sebarkan artikel ini
BI dan Pemda Dorong Digitalisasi, Kawasan Non Tunai Hadir di Gorontalo Utara/Hibata.id
BI dan Pemda Dorong Digitalisasi, Kawasan Non Tunai Hadir di Gorontalo Utara/Hibata.id

Hibata.id, Bank Indonesia Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo menghadirkan langkah nyata dalam mendorong ekonomi digital.

Hal ini dibuktikan dengan peresmian kawasan transaksi non tunai di Coffee Street Blok Plan. Momentum ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 daerah tersebut.

Peresmian ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi ekonomi daerah.

Pemda dan Bank Indonesia mengajak masyarakat beralih ke transaksi digital melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang lebih praktis, cepat, dan aman.

Baca Juga:  Disetujui Kemendagri, Pemprov Gorontalo Rombak Besar Struktur OPD, Berikut Daftarnya

Mengusung tema “Bersinergi untuk Kemajuan Gorontalo Utara”, inisiatif ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

Pemda Gorontalo Utara menempatkan digitalisasi sebagai kunci untuk memperluas akses layanan keuangan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bank Indonesia terus memperkuat edukasi dan implementasi QRIS di berbagai sektor.

Pemda Gorontalo Utara dan Bank Indonesia meresmikan kawasan non tunai berbasis QRIS di Coffee Street saat HUT ke-19/Hibata.id
Pemda Gorontalo Utara dan Bank Indonesia meresmikan kawasan non tunai berbasis QRIS di Coffee Street saat HUT ke-19/Hibata.id

Langkah ini tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga meningkatkan transparansi serta efisiensi dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Hak Privasi ASN Dikorbankan Demi Citra Gubernur Gorontalo? Salahudin: Itu Melanggar

Di sisi lain, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) mempercepat integrasi sistem pembayaran digital pada layanan publik dan aktivitas ekonomi lokal.

“Sinergi ini memperluas jangkauan layanan keuangan sekaligus mendorong peningkatan transaksi non tunai di daerah,” kata Kepala KPw BI Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana.

Sejalan dengan itu, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo juga menggelar Gebyar UMKM 2026.

Kegiatan ini memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui digitalisasi, perluasan akses pasar, serta fasilitasi pembiayaan.

Baca Juga:  Menelan Ingus atau Dahak Saat Puasa, Batal atau Tidak? Ini Penjelasan Fiqihnya

Keterpaduan antara penguatan sektor UMKM dan digitalisasi sistem pembayaran menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.

“Produksi yang berkembang didukung oleh sistem transaksi yang efisien, transparan, dan mudah diakses,” katanya.

Pemda Gorontalo Utara optimistis kawasan non tunai ini menjadi motor penggerak ekonomi baru.

Dengan dukungan digitalisasi, daerah tersebut menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa mendatang.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel