Hibata.id, Gorontalo – Upaya peyeludupan logam emas tanpa dokumen kembali terdeteksi di Bandara Djalaluddin Gorontalo.
Petugas menemukan 20 keping emas di dalam dua koper milik calon penumpang Sabtu (25/4/2026) siang.
Temuan ini bermula dari pemeriksaan rutin menggunakan mesin X-ray di area keberangkatan.
Dua koper yang melintas di jalur pemeriksaan tampak mencurigakan.
Sehingga petugas Aviation Security (Avsec) langsung melakukan pengecekan lanjutan.
Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, mengatakan petugas tidak ingin mengambil risiko terhadap barang yang tidak jelas asal-usulnya.
“Begitu terdeteksi di X-ray, pihaknya langsung lakukan pemeriksaan manual. Kami pastikan semua proses terbuka dan disaksikan langsung oleh pemilik barang,” kata Joko.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan perhiasan dan logam emas dalam berbagai bentuk.
Barang tersebut dibawa oleh dua calon penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 793 rute Gorontalo–Makassar–Jakarta.
Menurut keterangan awal pemilik, berat emas yang dibawa mencapai sekitar 500 gram dan 800 gram. Jika ditotalkan mencapai 1,5 kilo gram
Namun, pihak bandara tidak langsung menerima klaim tersebut begitu saja.
“Kami tidak hanya melihat jumlahnya, tapi juga legalitasnya. Kalau tidak bisa dibuktikan secara jelas, tentu harus kami tindaklanjuti,” kata Joko.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan Polsek Kawasan Bandara dan Satreskrim Polres Gorontalo untuk pemeriksaan bersama.
Seluruh barang bukti akhirnya diserahkan ke kepolisian guna proses lebih lanjut.
Kasus ini bukan yang pertama. Dalam beberapa pekan terakhir, upaya serupa juga terungkap di bandara yang sama.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan soal jalur distribusi emas yang diduga masih longgar.
Pihak bandara memastikan pengawasan akan terus diperketat, terutama pada jalur keberangkatan yang rawan dimanfaatkan untuk membawa barang berharga tanpa dokumen resmi.












