Hibata.id, Bank Indonesia – Gorontalo Utara makin serius masuk era transaksi digital. Bareng Bank Indonesia, pemerintah daerah resmi meluncurkan kawasan non tunai di Coffee Street Blok Plan.
Peresmian ini bertepatan dengan HUT ke-19 Gorontalo Utara. Momentum ini dimanfaatkan untuk dorong percepatan ekonomi digital di daerah.
Lewat program ini, masyarakat diajak mulai beralih ke transaksi cashless pakai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Sistem ini bikin pembayaran jadi lebih praktis, cepat, dan pastinya aman.
Dengan tema “Bersinergi untuk Kemajuan Gorontalo Utara”, kolaborasi ini jadi bukti kalau pemerintah dan Bank Indonesia serius membangun ekonomi yang lebih modern dan inklusif.
Pemda Gorontalo Utara juga fokus banget dorong UMKM supaya ikut go digital. Tujuannya jelas: biar pelaku usaha kecil makin gampang akses layanan keuangan dan bisa naik kelas.
Bank Indonesia sendiri terus gencar edukasi QRIS ke masyarakat dan pelaku usaha. Hasilnya, transaksi jadi lebih efisien dan transparan.
Selain itu, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) juga tancap gas integrasikan sistem pembayaran digital ke layanan publik dan aktivitas ekonomi lokal.
Kepala KPw BI Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, menegaskan bahwa kolaborasi ini punya dampak besar.
“Sinergi ini memperluas akses keuangan sekaligus mendorong transaksi non tunai di daerah,” ujarnya.
Nggak cuma itu, Bank Indonesia bareng Pemprov Gorontalo juga menggelar Gebyar UMKM 2026. Event ini bantu pelaku usaha biar makin siap di era digital, mulai dari pemasaran sampai akses pembiayaan.
Kolaborasi antara UMKM dan sistem pembayaran digital ini dinilai jadi kunci penting untuk bikin ekonomi daerah makin kuat.
“Produksi yang berkembang harus didukung sistem transaksi yang efisien dan mudah diakses,” tambah Bambang.
Pemda Gorontalo Utara optimistis kawasan non tunai ini bisa jadi motor baru penggerak ekonomi.
Dengan digitalisasi, daerah ini menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan ke depan.
Langkah ini nunjukin kalau Gorontalo Utara nggak mau ketinggalan. Dari UMKM sampai transaksi harian, semuanya mulai beralih ke digital—lebih simpel, cepat, dan siap menghadapi masa depan.












