Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka Pekan Unjuk Prestasi Pendidikan 2026 dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kegiatan itu dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja, Rabu, 6 Mei 2026.
Agenda tersebut melibatkan peserta dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) se-Kota Gorontalo. Para guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan juga turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan.
Berbagai perlombaan digelar sebagai wadah pengembangan bakat, kreativitas, serta penguatan karakter peserta didik. Sejumlah olahraga tradisional seperti tengge-tengge dan pondi bahkan telah lebih dulu dipertandingkan sejak Senin lalu.
Pada malam pembukaan, panitia menghadirkan sejumlah lomba kesenian, di antaranya fashion show antar guru dan lomba vokalia yang diikuti para kepala sekolah.
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah, terutama bahasa Gorontalo, di tengah arus perkembangan zaman.
Menurut dia, dunia pendidikan harus mengambil peran aktif dalam membiasakan penggunaan bahasa daerah sejak usia dini agar tetap lestari di tengah generasi muda.
“Bahasa Gorontalo harus kita budayakan. Anak-anak sejak dini perlu diajarkan dan dibiasakan, supaya identitas daerah ini tetap terjaga,” kata Indra.
Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang menghadirkan unsur budaya lokal dalam kegiatan pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk generasi yang mengenal dan mencintai budayanya sendiri.
“Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat,” ujarnya.













