Hibata.id, Gorontalo – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperkuat sektor kelautan nasional dengan menyiapkan 1.582 kapal ikan untuk nelayan di berbagai daerah di Indonesia.
Komitmen itu disampaikan Presiden saat meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato, Kota Gorontalo, Sabtu.
Dalam sambutannya di hadapan ratusan nelayan dan masyarakat pesisir, Presiden menekankan bahwa kekayaan laut Indonesia harus dikelola oleh masyarakat lokal
Hal itu demi meningkatkan kesejahteraan nelayan nasional.
“Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita. Kita ingin rakyat kita yang mengambil,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan warga.
Pemerintah, kata Presiden, akan menyiapkan sebanyak 1.582. Kapal ikan itu nantinya dikelola melalui koperasi nelayan di berbagai wilayah pesisir Indonesia.
Prabowo menjelaskan, kapal yang disiapkan terdiri dari berbagai ukuran, mulai kapal kecil hingga kapal besar, agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan kapasitas kelompok nelayan.
“Nanti bapak-bapak nelayan bersama keluarganya membentuk koperasi. Kapalnya ada yang kecil, menengah, sampai kapal besar,” katanya.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ekonomi pesisir sekaligus meningkatkan produktivitas sektor perikanan nasional.
Selain pengadaan armada tangkap, pemerintah juga mendorong pembangunan kawasan nelayan modern yang dilengkapi fasilitas pendukung, seperti gudang pendingin, pabrik es, hingga sarana distribusi hasil laut.
Presiden menilai penguatan sektor kelautan menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri dan berdaya saing.
Peresmian Kampung Nelayan Merah Putih di Leato turut mendapat sambutan antusias masyarakat.
Sejak pagi, ratusan warga dan nelayan memadati kawasan pesisir untuk menyaksikan langsung peresmian kampung nelayan pertama di Indonesia yang diresmikan pada era pemerintahan Presiden Prabowo.
Pemerintah berharap program tersebut mampu meningkatkan pendapatan nelayan, membuka lapangan kerja baru di wilayah pesisir, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis sektor kelautan.













