Buton

Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak di Buteng, Azhari: Insya Allah Diaspal Tahun Ini

×

Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak di Buteng, Azhari: Insya Allah Diaspal Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, mengatakan kerusakan jalan itu telah lama menjadi keluhan masyarakat karena kondisinya yang cukup parah/Hibata.id
Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, mengatakan kerusakan jalan itu telah lama menjadi keluhan masyarakat karena kondisinya yang cukup parah/Hibata.id

Hibata.id, Buton Tengah Sejumlah warga di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, secara swadaya menimbun ruas jalan rusak yang menghubungkan Kantor Bupati dan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Buton Tengah.

Ruas jalan berstatus jalan provinsi tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan wilayah timur dan selatan Pulau Muna serta menjadi akses penting menuju Pulau Buton.

Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, mengatakan kerusakan jalan itu telah lama menjadi keluhan masyarakat karena kondisinya yang cukup parah dan berdampak pada aktivitas transportasi warga.

“Jalan ini memiliki peran penting karena menjadi penghubung utama mobilitas masyarakat dan kendaraan antarpulau. Selain itu, ruas yang mengalami kerusakan berada tepat di antara Kantor Bupati dan rumah jabatan sehingga hampir setiap hari saya melintasi jalur tersebut,” kata Azhari di Buton Tengah, Senin.

Baca Juga:  7.250 Keluarga Kurang Mampu di Buton Tengah Akan Terima Bantuan Beras dari Pemerintah

Menurut dia, ruas jalan tersebut menjadi bagian dari jalur strategis yang menghubungkan Pelabuhan Tampo di Kabupaten Muna dengan Pelabuhan Waara di Buton Tengah sebelum terhubung ke Kota Baubau dan wilayah Pulau Buton.

Selain melayani mobilitas masyarakat lokal, jalur itu juga dilintasi kendaraan dari Sulawesi Selatan menuju Sulawesi Tenggara melalui rute Pelabuhan Bone-Kolaka, kemudian melanjutkan perjalanan ke Torobulu-Tampo dan menuju Pulau Muna maupun Pulau Buton.

Azhari menjelaskan kerusakan jalan tidak hanya mengurangi kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berdampak pada lingkungan sekitar. Saat musim hujan, genangan air memenuhi lubang-lubang jalan, sedangkan pada musim kemarau debu yang beterbangan mengganggu warga yang bermukim di sekitar ruas tersebut.

Baca Juga:  Bupati Buteng Apresiasi Warga Mawasangka, Panen Raya Ini Jadi Percontohan Daerah

Kondisi itu mendorong sebagian warga menempatkan batu di badan jalan agar kendaraan mengurangi kecepatan sehingga tidak menimbulkan percikan air maupun debu berlebihan.

Beberapa warga juga berinisiatif menimbun lubang jalan menggunakan material seadanya untuk membantu memperbaiki kondisi jalan sambil berharap adanya dukungan dari pengguna jalan yang melintas.

“Sebagai kepala daerah, saya tentu prihatin melihat kondisi ini. Warga berupaya menangani kerusakan jalan dengan kemampuan sendiri, padahal penanganan infrastruktur tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, kata Azhari, telah beberapa kali menyampaikan kondisi ruas jalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara agar segera mendapatkan penanganan.

Ia berharap perbaikan jalan dapat direalisasikan pada tahun 2026 meskipun pemerintah daerah memahami adanya keterbatasan anggaran dan banyaknya kebutuhan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.

Baca Juga:  Disaksikan Ustaz Abdul Somad, Bupati Azhari Luncurkan Program Kota Santri di Buteng

“Kami sudah menyampaikan persoalan ini kepada Pemprov Sultra. Informasi terakhir yang kami terima, Insya Allah tahun ini akan ada bantuan pengaspalan sepanjang satu hingga dua kilometer. Semoga dapat segera terealisasi sesuai harapan masyarakat,” katanya.

Azhari juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut dan berharap proses perbaikan dapat segera dimulai.

“Saya memohon maaf kepada masyarakat yang terdampak. Saya memahami kondisi yang dirasakan warga karena hampir setiap hari saya juga melewati jalan ini. Mudah-mudahan tahun ini perbaikannya dapat segera terlaksana,” ujar Azhari.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel