Kegiatan tersebut dihadiri Kepala DKP Kota Gorontalo Siti Dahlia Syarief, dewan juri, para kepala sekolah, guru pendamping, serta para siswa peserta lomba yang memenuhi ruang kegiatan.
Dalam sambutannya, Ismail menekankan pentingnya pelestarian tradisi lisan sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah yang mulai tergerus perkembangan zaman dan arus globalisasi.
“Pesan melalui tradisi lisan atau bertutur ini merupakan salah satu aset budaya lokal yang sebagian mulai diabaikan. Melalui lomba bertutur, jika terus digalakkan, akan mampu membangkitkan kecintaan anak-anak terhadap budaya daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, cerita rakyat yang dikemas dalam bentuk penuturan tidak hanya berfungsi mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter anak yang berintegritas, cerdas, dan memiliki nilai moral yang kuat.
“Melalui cerita-cerita daerah, anak-anak dapat belajar nilai-nilai moral, kearifan lokal, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya,” tambahnya.
Usai memberikan sambutan, Sekda Ismail secara resmi membuka kegiatan dengan mengajak seluruh peserta dan tamu undangan mengucapkan basmalah bersama.
Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar menjadikan lomba ini sebagai sarana pembelajaran, bukan semata-mata ajang kompetisi.
“Jangan berkecil hati apabila belum berhasil meraih juara. Kekalahan hanyalah kemenangan yang tertunda. Teruslah belajar dan berlatih,” pesannya.
Lomba Bertutur ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Gorontalo melalui DKP dalam upaya meningkatkan literasi, menumbuhkan minat baca, serta melestarikan tradisi lisan dan cerita rakyat di kalangan generasi muda.












