Kab. Gorontalo

PENAS XVII Belum Dimulai, Ekonomi Warga di Sekitar Lokasi Sudah Bergeliat

×

PENAS XVII Belum Dimulai, Ekonomi Warga di Sekitar Lokasi Sudah Bergeliat

Sebarkan artikel ini
Abd. Rahman Baderan, pemilik usaha air minum isi ulang di Kelurahan Kayubulan yang berjarak sekitar 300 meter dari arena kegiatan. (Foto: Istw)
Abd. Rahman Baderan, pemilik usaha air minum isi ulang di Kelurahan Kayubulan yang berjarak sekitar 300 meter dari arena kegiatan. (Foto: Istw)

Hibata.id – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII di Kabupaten Gorontalo belum resmi dimulai, namun dampak ekonominya sudah mulai terasa di sekitar lokasi kegiatan.

Aktivitas persiapan di kawasan GOR David-Tonny, Kecamatan Limboto, mendorong perputaran uang di sektor usaha kecil masyarakat.

Lonjakan aktivitas terlihat pada usaha kuliner, air minum isi ulang, hingga penyewaan tempat tinggal. Warga sekitar mulai merasakan peningkatan permintaan seiring padatnya pekerja dan panitia yang berada di lokasi persiapan.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak langsung adalah Abd. Rahman Baderan, pemilik usaha air minum isi ulang di Kelurahan Kayubulan yang berjarak sekitar 300 meter dari arena kegiatan.

Baca Juga:  Sambut PENAS XVII, Gorontalo Siapkan Media Center hingga Nobar Piala

Ia mengaku, dalam beberapa hari terakhir permintaan air minum meningkat signifikan.

“Sudah beberapa hari ini pelanggan air isi ulang meningkat. Mereka bilang bekerja di lokasi persiapan acara sekitar 50 orang dan hampir setiap hari mengisi empat galon di sini,” kata Rahman, Minggu, 14 Juni 2026.

Menurutnya, jenis air mineral tertentu bahkan lebih banyak diminati oleh para pekerja. “Mereka maunya air heksagonal. Harganya Rp8 ribu per galon, kalau air R.O biasa Rp5 ribu,” ujarnya.

Dampak ekonomi juga terasa pada sektor hunian sementara. Rahman menyebut rumah kos di sekitar lokasi kini mulai terisi penuh oleh pekerja dari luar daerah yang terlibat dalam persiapan PENAS.

Baca Juga:  Bupati Gorontalo Salurkan BLTS Kesra untuk Perkuat Perlindungan Sosial Warga

“Ada sekitar 30 orang dari Jawa yang tinggal di kos depan rumah. Mereka kerja di lokasi PENAS,” katanya.

Geliat serupa terlihat pada pedagang makanan. Sil Ibrahim, penjual nasi kuning yang berjualan di depan gerbang GOR David-Tonny, mengatakan peningkatan jumlah pembeli membuat dagangannya lebih cepat habis dibanding hari biasa.

Perempuan yang akrab disapa Ma Ino itu menyebut perubahan cukup signifikan terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Biasanya saya jual 20 bungkus dan lama habisnya. Sekarang jual 30 bungkus, sebelum jam 8 pagi sudah habis,” ujarnya.

Baca Juga:  Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Gorontalo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah daerah sebelumnya memperkirakan bahwa dampak ekonomi PENAS tidak hanya terjadi saat puncak kegiatan, tetapi sudah mulai terasa sejak masa persiapan dan kedatangan awal peserta.

Sebanyak 1.037 rumah warga di 11 desa dan kelurahan di Kecamatan Limboto dan Telaga Biru telah disiapkan sebagai tempat tinggal peserta selama kegiatan berlangsung.

Kondisi ini membuat masyarakat mulai memandang PENAS bukan hanya sebagai agenda nasional sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga sebagai momentum ekonomi yang menggerakkan usaha kecil serta meningkatkan pendapatan warga di sekitar lokasi kegiatan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel