Kabar

Usai Hadiri PENAS XVII, Sherly Tjoanda Terpaksa Dibawa Pakai Ambulans

×

Usai Hadiri PENAS XVII, Sherly Tjoanda Terpaksa Dibawa Pakai Ambulans

Sebarkan artikel ini
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos justru harus meninggalkan lokasi Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo menggunakan ambulans/Hibata.id
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos justru harus meninggalkan lokasi Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo menggunakan ambulans/Hibata.id

Paling banyak ditanyakan:

Hibata.id, Gorontalo – Bukan karena sakit, bukan pula karena keadaan darurat. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos justru harus meninggalkan lokasi Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo.

Scroll untuk baca berita

Dirinya terpaksa menggunakan ambulans milik kepolisian setelah “dikepung” ratusan peserta yang berebut ingin berfoto bersama.

Momen unik itu terjadi sesaat setelah Sherly menyelesaikan rangkaian kegiatan di arena PENAS XVII.

Saat hendak menuju kendaraan untuk meninggalkan lokasi, langkahnya mendadak melambat.

Baca Juga:  Kapolda Gorontalo Pantau Rekapitulasi Suara Pilkada 2024

Bukan karena jalan rusak atau macet kendaraan, melainkan karena lautan manusia yang tiba-tiba mengelilingi rombongan.

Peserta dari berbagai daerah tampak antusias menyapa gubernur perempuan tersebut.

Ponsel langsung terangkat ke udara, kamera dibuka, dan permintaan swafoto berdatangan dari segala arah.

Dalam hitungan menit, jalur keluar berubah menjadi arena “serangan foto bersama”.

Situasi semakin menarik ketika kendaraan yang digunakan Sherly saat tiba di lokasi belum berada di titik penjemputan. Sementara itu, kerumunan peserta terus bertambah.

Tak ingin membuat suasana semakin padat, Sherly memilih solusi yang tak biasa namun cukup efektif.

Ia meminta bantuan ambulans milik kepolisian yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Baca Juga:  Banjir Hulawa dan Jejak Tambang Tanpa Izin

Dengan pengawalan petugas, Sherly kemudian naik ke ambulans tersebut dan meninggalkan kawasan acara dengan aman.

Keberangkatan menggunakan ambulans sempat membuat peserta lain penasaran.

Beberapa orang bahkan mengira terjadi situasi medis yang memerlukan penanganan cepat.

Namun rasa penasaran itu segera terjawab. Ambulans tersebut ternyata bukan sedang membawa pasien, melainkan menjadi “kendaraan penyelamat” dari kepungan penggemar yang ingin mengabadikan momen bersama sang gubernur.

Sepanjang pelaksanaan PENAS XVII Gorontalo, antusiasme peserta terhadap para kepala daerah dan tokoh nasional memang terlihat cukup tinggi.

Tidak sedikit pejabat yang harus melayani permintaan foto bersama dari peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

Baca Juga:  Aneh!, Mobil Dinas Kadis Sosial Provinsi Gorontalo Kok Berpelat Hitam?

PENAS XVII sendiri menjadi salah satu agenda nasional terbesar di sektor pertanian dan perikanan tahun 2026.

Ribuan peserta dari seluruh provinsi hadir dalam kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi, pertukaran pengetahuan, hingga penguatan kolaborasi antara petani, nelayan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Bagi Sherly Laos, pengalaman meninggalkan lokasi acara menggunakan ambulans mungkin menjadi salah satu momen paling unik selama menghadiri PENAS XVII.

Sebab, jarang ada kepala daerah yang harus “dievakuasi” bukan karena keadaan darurat, melainkan karena terlalu banyak warga yang ingin mengajak foto bersama.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel