Hibata.id, Gorontalo – PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo memperkuat upaya pengelolaan sampah organik melalui program budidaya maggot dengan menggandeng Komunitas Tanggidaa Group.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program ini dirancang untuk mengurangi timbulan sampah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang mampu mengolah limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi.
Selain membantu mengurangi volume sampah, hasil budidaya maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi sektor perikanan dan peternakan, sedangkan residunya dapat diolah menjadi pupuk organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Melalui kerja sama tersebut, masyarakat akan memperoleh pendampingan mulai dari proses pemilahan dan pengolahan sampah organik, teknik budidaya maggot, hingga pemanfaatan hasil panen sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan.
Assistant Manager Business Support PLN Nusantara Power UP Gorontalo, Reynold Gobel, mengatakan program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan yang sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Program budidaya maggot ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah organik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kami ingin menghadirkan solusi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Melalui kolaborasi dengan Komunitas Tanggidaa Group, kami berharap masyarakat dapat memperoleh keterampilan baru, meningkatkan produktivitas, dan menjadi bagian dari gerakan ekonomi sirkular di Gorontalo,” ujar Reynold.
Menurut dia, keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan budidaya maggot secara berkelanjutan sehingga tidak berhenti pada tahap pelatihan.
“Kami berharap program ini tidak berhenti pada tahap pelatihan semata, tetapi berkembang menjadi unit usaha masyarakat yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, budidaya maggot dapat menjadi contoh bagaimana sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi sumber manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Manager PLN Nusantara Power UP Gorontalo, Hubertus Tri Adi Nugroho, menilai persoalan sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar penanganannya dapat berjalan efektif dan memberikan dampak jangka panjang.
Menurut dia, sinergi antara perusahaan, komunitas, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
“Permasalahan sampah merupakan tantangan yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Melalui program budidaya maggot ini, kami ingin mendorong lahirnya solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Kami percaya bahwa sinergi antara perusahaan, komunitas, pemerintah, dan masyarakat akan menghasilkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” katanya.
Adi menegaskan PLN Nusantara Power akan terus mengembangkan program CSR yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang mampu direplikasi di berbagai wilayah. Dengan semangat kolaborasi, kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, masyarakat yang lebih mandiri, dan masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui program tersebut, PLN Nusantara Power UP Gorontalo berharap budidaya maggot dapat berkembang menjadi usaha masyarakat yang berkelanjutan.
Selain membantu mengurangi sampah organik, program ini juga diharapkan memperkuat ekonomi sirkular dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Gorontalo melalui pengelolaan limbah yang lebih produktif.













