Peristiwa

Mobil Terperosok di Hutan Lindung Marisa, Warga Desak Pemasangan Pembatas Jalan

×

Mobil Terperosok di Hutan Lindung Marisa, Warga Desak Pemasangan Pembatas Jalan

Sebarkan artikel ini
Sebuah mobil mengalami kecelakaan hingga keluar jalur di kawasan Hutan Lindung Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Fb)
Sebuah mobil mengalami kecelakaan hingga keluar jalur di kawasan Hutan Lindung Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Fb)

Hibata.id – Sebuah mobil mengalami kecelakaan hingga keluar jalur di kawasan Hutan Lindung Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (27/6/2026). Peristiwa itu kembali memunculkan sorotan terhadap ruas jalan yang disebut warga sebagai salah satu titik rawan kecelakaan.

Insiden tersebut terekam dalam video yang diunggah akun media sosial Momo Maryam. Rekaman memperlihatkan sebuah mobil terperosok hingga berada di luar badan jalan, tepat di kawasan hutan lindung.

Baca Juga:  Banjir Terjang Area Tambang di Marisa, Sejumlah Camp Hanyut Terbawa Arus

Unggahan itu memicu beragam tanggapan dari warganet. Salah satunya datang dari Hendrik Galomat yang menilai lokasi tersebut telah berulang kali menjadi tempat terjadinya kecelakaan.

“Langganan kecelakaan di situ itu. Pemerintah so musti pikirkan pasang besi pelindung atau apa di situ itu,” tulis Hendrik dalam kolom komentar.

Baca Juga:  Gempa M 4.9 Guncang Gorontalo, Warga Mengaku Dengar Suara Gemuruh

Komentar tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar pemerintah segera meningkatkan fasilitas keselamatan di ruas jalan tersebut. Warga mengusulkan pemasangan pagar atau besi pelindung (guardrail) untuk meminimalkan risiko kendaraan keluar jalur, terutama di titik-titik yang dinilai berbahaya.

Baca Juga:  Pohon Tumbang di Hutan Dengilo, Enam Orang Tewas dan Satu Selamat

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab kecelakaan belum diketahui secara pasti. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi kejadian maupun kondisi pengemudi dan penumpang kendaraan.

Redaksi masih berupaya memperoleh informasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel