Hibata.id, Gorontalo – Ketika personel Polsek Popayato tiba di lokasi, para pemain sudah lebih dulu menghilang.
Yang tertinggal justru arena yang diduga menjadi tempat sabung ayam.
Akhirnya, bukan ayam yang berurusan, melainkan gelanggangnya yang dibongkar petugas.
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai dugaan aktivitas sabung ayam di dua lokasi berbeda.
Diantaranya di Desa Tahele, Kecamatan Popayato Timur, dan Desa Telaga, Kecamatan Popayato.
Patroli pertama berlangsung pada Selasa (14/7) sekitar pukul 20.30 Wita dalam Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).
Tim yang dipimpin Ps. Kanit Reskrim Polsek Popayato, AIPTU Murwanto D. Thalib, S.H., menyisir lokasi yang dilaporkan warga.
Saat tiba di lokasi, personel tidak menemukan aktivitas sabung ayam.
Meski demikian, petugas mendapati fasilitas yang diduga digunakan sebagai arena.
Seluruh fasilitas tersebut kemudian dibongkar dan dimusnahkan dengan cara dibakar langsung di lokasi.
Keesokan harinya, Rabu (15/7) sekitar pukul 17.00 Wita, patroli kembali digelar menyusul adanya laporan serupa di Desa Telaga.
Hasilnya hampir sama, arena sudah tidak lagi digunakan, namun bekas-bekas fasilitas yang diduga menjadi tempat sabung ayam masih ditemukan.
Petugas langsung membongkar dan memusnahkan peralatan yang tersisa.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang menginginkan lingkungan tetap aman dan terbebas dari aktivitas yang diduga melanggar hukum.
Hingga patroli berakhir, situasi di kedua wilayah berlangsung aman dan kondusif.
Polsek Popayato memastikan akan terus menindaklanjuti setiap informasi dari masyarakat terkait dugaan gangguan keamanan dan ketertiban serta meningkatkan patroli preventif di wilayah hukumnya.












